Instrumen · Burnout kerja

Inventori burnout kerja hasil adaptasi lintas budaya Maslach Burnout Inventory untuk pekerja Indonesia: 22 pernyataan yang membaca tiga dimensi burnout, kelelahan emosional, sinisme, dan pencapaian pribadi.

Pengembangadaptasi MBI untuk Indonesia, 2022
Peneliti Anvesanastudi guru, sekolah, dan ketahanan karyawan di bawah NADI Kerja
  • Siap digunakan
  • Adaptasi MBI
  • Lisensi penggunaan
Format
22 pernyataan, skala frekuensi 0–6
Estimasi pengerjaan
10–15 menit
Sasaran
Pekerja dewasa lintas profesi
Akses
Lisensi penggunaan
  • Kelelahan emosionalTinggi
  • SinismeRendah
  • Pencapaian pribadiRendah

Profil terdekat (ilustrasi)Overextended · Kelelahan saja

Ilustrasi profil tiga dimensi M-TBI dan cara membacanya. Bukan norma, bukan data peserta. Batas warna ilustratif (sepertiga rentang) untuk menjelaskan cara baca, bukan batas kategori dalam manual.

Belum diuji: stabilitas tes-ulang, norma per sektor pekerjaan, kaitan dengan hasil kerja nyata, dan kesetaraan pengukuran antarkelompok.

Bab 1 · Fondasi · Tiga dimensi burnout

Burnout bukan satu angka. Ia tiga pengalaman yang berbeda.

Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI) adalah adaptasi Maslach Burnout Inventory ke dalam bahasa dan konteks kerja Indonesia, dikembangkan Lucia Trisni Widhianingtanti bersama Gilles van Luijtelaar dan kini menjadi jangkar riset kesehatan mental dunia kerja Anvesana. Halaman ini merangkum cara berpikir di baliknya, alatnya, bukti yang sudah ada, dan apa yang masih kami teliti.

1.1 Masalah yang dijawab

Burnout menjadi isu penting di dunia kerja Indonesia, tetapi alat ukur yang paling dikenal lahir di tempat lain.

Burnout adalah kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental akibat stres berkepanjangan yang terkait pekerjaan. Maslach memaknainya sebagai respons berkepanjangan terhadap stresor emosional dan interpersonal di tempat kerja. Dampaknya tidak berhenti pada orangnya: kinerja menurun, absensi naik, dan keinginan keluar dari pekerjaan tumbuh. Sebuah survei daring pada 2021 melaporkan 77,3% responden pekerja Indonesia pernah mengalaminya.

Burnout juga tidak hanya dialami profesi layanan kesehatan. Guru, petugas layanan pelanggan, polisi, dan pekerja di banyak sektor lain mengalaminya. Karena itu alat ukurnya harus bisa dipakai lintas profesi, bukan hanya pada pekerjaan yang melayani orang secara langsung.

Maslach Burnout Inventory (MBI) adalah alat ukur burnout yang paling dikenal secara internasional, dikembangkan Christina Maslach dan rekan sejak 1980-an dan tervalidasi di banyak negara. Versi aslinya berbahasa Inggris. Perbedaan bahasa, ungkapan budaya, dan konteks pekerjaan dapat mengubah cara responden memahami sebuah pernyataan bila diterjemahkan apa adanya.

Sebelum M-TBI, sudah ada upaya terbatas memakai MBI berbahasa Indonesia, misalnya validasi MBI-Human Services Survey pada anggota polisi (Yulianto, 2020). Yang belum ada adalah versi yang diadaptasi secara terstandar untuk pekerja lintas profesi, dengan manual yang membuat penggunaannya seragam dan bersandar pada data psikometrik.

1.2 Tiga dimensi burnout

Ketiga dimensi saling terkait, tetapi terpisah secara empiris. Karena itu M-TBI membacanya satu per satu.

Dalam kerangka MBI, burnout adalah sindrom multidimensi yang berkembang bertahap dari ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan sumber daya yang dimiliki seseorang (Maslach, Schaufeli, & Leiter, 2001). Awalnya orang merasa lelah. Bila berlanjut, muncul sinisme sebagai cara melindungi diri dari stres. Akhirnya tumbuh perasaan tidak efektif dalam bekerja.

Kebalikan dari burnout adalah engagement: keterlibatan kerja yang ditandai energi, keterhubungan, dan rasa berhasil. Seseorang bisa tinggi pada satu dimensi dan tidak pada dimensi lain. Satu angka total akan menyembunyikan perbedaan itu, padahal perbedaan itulah yang menentukan bentuk bantuan yang tepat.

  1. Kelelahan emosionalEmotional exhaustionPerasaan terkurasnya emosi, lelah secara fisik dan mental karena pekerjaan. Inti dari burnout: seseorang merasa tidak punya energi lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya.
  2. SinismeCynicism / depersonalizationSikap negatif, sinis, atau menjauh dari pekerjaan, rekan kerja, atau orang yang dilayani. Empati menipis dan orang lain mulai diperlakukan secara impersonal.
  3. Pencapaian pribadiPersonal accomplishmentPerasaan kompeten dan berhasil dalam bekerja. Pada burnout, perasaan ini menurun: seseorang menilai dirinya kurang berprestasi atau tidak efektif. Arahnya terbalik dari dua dimensi lain.

1.3 Mengapa perlu adaptasi

Memindahkan bahasa bukan sekadar menerjemahkan kata. Setiap pernyataan harus tetap bermakna sama.

MBI diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Lucia Trisni Widhianingtanti dan Gilles van Luijtelaar pada 2022, mengikuti pedoman adaptasi lintas budaya instrumen laporan diri (Beaton dkk., 2000). Nama Maslach-Trisni menghormati penulis asli dan pengadaptasinya.

  1. Penerjemahan awal. Dua penerjemah dwibahasa, seorang psikolog dan seorang penerjemah profesional, menerjemahkan MBI secara terpisah. Kedua versi dibandingkan dan digabung menjadi satu terjemahan awal.
  2. Panel ahli. Psikolog akademisi dan praktisi serta ahli bahasa memeriksa kesesuaian makna, kesederhanaan bahasa, dan relevansi budaya tiap pernyataan.
  3. Penerjemahan balik. Versi Indonesia diterjemahkan kembali ke bahasa Inggris oleh penerjemah lain yang tidak melihat teks asli, lalu dibandingkan dengan MBI untuk memeriksa konsistensi makna.
  4. Uji coba awal. Draf final diuji pada sekelompok kecil responden untuk memastikan pernyataan dipahami dengan benar. Tidak ditemukan masalah berarti; seluruh butir diterima.
  5. Versi final. Dua puluh dua butir berbahasa Indonesia yang dinilai panel ahli berkualitas terjemahan baik, siap diuji validitas dan reliabilitasnya secara luas.

Frasa tentang bekerja sebagai pemberi jasa ditambahkan pada beberapa butir untuk konteks layanan, dan dapat dihilangkan bila instrumen dipakai pada profesi yang tidak melayani orang secara langsung.

1.4 Lima profil burnout

Kombinasi tiga dimensi memberi gambaran yang lebih utuh daripada satu dimensi saja.

Leiter dan Maslach (2016) mengidentifikasi lima profil dari pola skor ketiga dimensi. Profil bukan kategori kaku; seseorang bisa berada di antara dua profil. Namun membaca burnout sebagai profil membantu intervensi yang lebih tepat sasaran: profil yang berbeda membutuhkan bantuan yang berbeda.

  1. Engaged · TerlibatKE rendah · SI rendah · PP tinggiKebalikan dari burnout. Bergairah, bersemangat, dan efektif; energi tinggi, tidak sinis, merasa berhasil. Yang perlu dijaga: keseimbangan kerja-hidup dan penguatan motivasi.
  2. Ineffective · Tidak efektifKE rendah · SI rendah · PP rendahBelum sangat lelah atau sinis, tetapi kehilangan rasa kompeten. Mungkin butuh pengakuan atas hasil kerja atau peningkatan keterampilan agar merasa efektif lagi.
  3. Overextended · Kelelahan sajaKE tinggi · SI rendah · PP tinggiSangat lelah dan kewalahan, tetapi masih peduli dan merasa pekerjaannya bermakna. Biasanya karena beban kerja terlalu tinggi; bantuannya manajemen beban kerja dan pemulihan.
  4. Disengaged · Menjauh sajaKE rendah · SI tinggi · PP tinggiMenjadi sinis atau menjauh dari pekerjaan tanpa merasa terlalu lelah, sering karena kekecewaan, lingkungan yang tidak menghargai, atau konflik nilai. Bantuannya pemulihan makna kerja.
  5. Burnout · Burnout penuhKE tinggi · SI tinggi · PP rendahLelah, sinis, dan merasa tidak mampu berprestasi sekaligus. Biasanya fase lanjut dari overextended atau disengaged yang dibiarkan, dan membutuhkan intervensi menyeluruh di tingkat individu dan organisasi.
  • Kelelahan emosionalRendah
  • SinismeRendah
  • Pencapaian pribadiRendah

Profil terdekat (ilustrasi)Engaged · TerlibatKebalikan dari burnout. Bergairah, bersemangat, dan efektif; energi tinggi, tidak sinis, merasa berhasil. Yang perlu dijaga: keseimbangan kerja-hidup dan penguatan motivasi.

Pilih satu profil untuk melihat pola tiga dimensinya. Tinggi dan rendah di sini ilustrasi untuk menjelaskan pola, bukan norma atau data peserta. Batas warna ilustratif (sepertiga rentang) untuk menjelaskan cara baca, bukan batas kategori dalam manual.

1.5 Cara membaca hasil

Tidak ada batas mutlak yang memutuskan seseorang "sakit" burnout atau tidak.

M-TBI adalah pengukuran psikologis, bukan alat diagnosis klinis. Skor tiap subskala ditempatkan pada tiga kategori, rendah, sedang, dan tinggi, berdasarkan persentil sepertiga dari sampel normatif 822 pekerja Indonesia, mengikuti cara manual MBI edisi awal. Kategori ini relatif terhadap sampel: "tinggi" berarti berada di kelompok skor tertinggi dibanding kebanyakan orang, bukan diagnosis. Batas angkanya tercantum dalam manual.

Cara membaca tiga kategori per dimensi
DimensiArahKategori yang menandai burnout
Kelelahan emosional (KE)Makin tinggi skor, makin beratTinggi
Sinisme (SI)Makin tinggi skor, makin beratTinggi
Pencapaian pribadi (PP)Makin rendah skor, makin beratRendah

Seseorang disebut bertendensi burnout tinggi bila ketiga kriteria terpenuhi sekaligus: KE tinggi, SI tinggi, dan PP rendah. Pada sampel 2022, 88 dari 822 pekerja memenuhi ketiganya.

Skor total burnout dapat dihitung dengan membalik PP (48 dikurangi skor PP) lalu menjumlahkannya dengan KE dan SI, rentang 0–132. Manual menyarankan angka total hanya sebagai indikator umum: tiga skor subskala jauh lebih informatif, karena menunjukkan area mana yang paling bermasalah.

Lima pembacaan yang keliru, dan koreksinya
KeliruYang tepat
"Skor totalnya tinggi, jadi dia burnout."Tidak ada batas klinis. Baca tiga subskalanya: mana yang tinggi, mana yang tidak.
"Skor pencapaian pribadinya tinggi, berarti burnout-nya berat."Arah PP terbalik: skor tinggi berarti merasa berhasil, burnout pada dimensi ini rendah.
"Kategori tinggi sama dengan diagnosis burnout."Kategori relatif terhadap sampel normatif. Tinggi berarti berada di kelompok skor tertinggi, bukan diagnosis.
"Skornya tinggi, jadi dia yang lemah."Burnout dipengaruhi banyak faktor, termasuk beban kerja dan lingkungan organisasi. Menimpakannya sepenuhnya pada individu tidak adil.
"Hasilnya bisa dipakai memutuskan mutasi atau pemecatan."Tidak etis sebagai satu-satunya dasar keputusan administratif. Hasil dipakai untuk kepentingan terbaik orangnya: intervensi, perbaikan kondisi kerja, konseling.

Tujuh pertimbangan etis dalam manual

Kerahasiaan
Skor individu adalah informasi sensitif; hanya diakses pihak berwenang, dan dianonimkan bila dipakai untuk riset.
Persetujuan dan tujuan yang jelas
Responden memahami bahwa tujuannya memahami kondisi burnout, bukan menilai kinerja atau menghukum.
Penggunaan yang adil
Hasil dipakai untuk merancang intervensi, perbaikan kondisi kerja, atau konseling, bukan sebagai dasar tunggal keputusan yang merugikan karyawan.
Umpan balik
Disampaikan dengan empati dan bahasa deskriptif, tanpa label, disertai saran tindak lanjut atau rujukan bila perlu.
Keterbatasan alat
Mengukur persepsi subjektif tentang gejala, bukan diagnosis. Untuk keputusan penting, dipadukan dengan wawancara atau asesmen lain.
Non-diskriminatif
Interpretasi berdasar skor dan konteks individu, bukan asumsi demografis.
Penyimpanan data
Hasil disimpan aman selama waktu yang ditentukan kode etik; digital berkata sandi, cetak terkunci.

Saat memberi umpan balik, manual meminta bahasa yang empatik dan konstruktif: burnout adalah kondisi yang dapat diatasi, bukan cerminan kelemahan personal. Intervensi apa pun melibatkan partisipasi sukarela orangnya.

Bab 2 · Alat · M-TBI

Dua puluh dua pernyataan, tiga skor yang dibaca terpisah.

2.1 Apa yang diukur

M-TBI terdiri dari 22 pernyataan singkat tentang perasaan atau sikap seseorang terhadap pekerjaannya, dibagi ke tiga subskala sesuai struktur asli MBI. Responden menilai seberapa sering ia merasakan hal yang dinyatakan, dalam konteks pekerjaannya saat ini, berdasarkan pengalaman nyata dan bukan jawaban yang "baik secara sosial".

Kata "klien" pada butir-butirnya dapat mewakili pasien, murid, nasabah, atau rekan kerja, sehingga inventori ini relevan untuk berbagai bidang pekerjaan, bukan hanya profesi layanan manusia.

Sorot satu dimensi untuk melihat batang yang dibacanya.

Setiap dimensi menyala bergiliran. Sorot atau ketuk kartu untuk mengambil alih.

2.2 Begini satu pernyataan dijawab

Skala jawaban 0–6

Skala frekuensi tujuh titik, sama dengan MBI asli dan lazim dalam riset burnout internasional, cukup peka untuk membedakan dari tidak pernah sampai setiap hari.

  1. 0Tidak pernah
  2. 1Jarang · beberapa kali setahun atau kurang
  3. 2Kadang-kadang · sekitar sebulan sekali atau kurang
  4. 3Cukup sering · beberapa kali sebulan
  5. 4Sering · sekitar seminggu sekali
  6. 5Sangat sering · beberapa kali seminggu
  7. 6Setiap hari
Format
Pernyataan singkat, skala frekuensi 0–6
Jumlah butir
22
Subskala
3 (KE 9 · SI 5 · PP 8 butir)
Estimasi pengerjaan
10–15 menit
Administrasi
Kertas-pensil atau daring
Akses
Lisensi penggunaan

Spesifikasi mengikuti Buku Manual M-TBI (2025) yang disusun Lucia Trisni Widhianingtanti. Butir inventori tidak ditampilkan di halaman ini; butir, batas kategori, dan norma tersedia bagi pengguna berlisensi.

Begini satu pernyataan dijawab

Pernyataan tampil → skala 0–6 tampil → satu angka dipilih → dicatat pada dimensinya. Pernyataan ditulis untuk halaman ini, bukan butir inventori.

Saya merasa pekerjaan saya memberi hasil yang berarti.
  1. Pernyataan tampil.
  2. Skala tampil: 0 tidak pernah sampai 6 setiap hari.
  3. Dipilih 4 · Sering (sekitar seminggu sekali).
  4. Dicatat 4 pada Kelelahan emosional.
  5. Pernyataan tampil.
  6. Skala tampil: 0 tidak pernah sampai 6 setiap hari.
  7. Dipilih 5 · Sangat sering (beberapa kali seminggu).
  8. Dicatat 5 pada Pencapaian pribadi. Arah dimensi ini terbalik: angka tinggi berarti burnout lebih rendah. Yang direkam: satu angka per pernyataan, dijumlahkan per dimensi.

Dicatat 5 pada Pencapaian pribadi. Arah dimensi ini terbalik: angka tinggi berarti burnout lebih rendah. Yang direkam: satu angka per pernyataan, dijumlahkan per dimensi.

2.3 Skor, kategori, dan laporan

Skor dihitung dengan menjumlahkan jawaban pada butir tiap subskala: KE dari 9 butir (0–54), SI dari 5 butir (0–30), PP dari 8 butir (0–48). Tidak ada butir yang dibalik satu per satu; yang dibalik adalah makna subskala PP saat ditafsirkan. Laporan mencantumkan ketiga skor, bukan satu angka agregat tanpa rincian.

Aturan skoring dalam manual

  • Pastikan tidak ada butir yang kosong; pada formulir digital, terapkan wajib jawab.
  • Tidak ada butir yang dibuang; analisis reliabilitas menunjukkan semua butir berkontribusi positif.
  • Skala ini bukan alat diagnosis klinis; skor menggambarkan tingkat burnout relatif terhadap populasi normatif.
  • Laporan memuat ketiga skor subskala agar area yang paling bermasalah terlihat: kelelahan, sinisme, atau perasaan tidak efektif.

Lima langkah membaca

  1. Jumlahkan per subskala. Tiga skor mentah: KE, SI, dan PP, masing-masing dengan rentangnya sendiri.
  2. Perhatikan arah. KE dan SI: makin tinggi makin berat. PP: makin rendah makin berat. Untuk skor total, PP dibalik lebih dulu.
  3. Tempatkan pada kategori. Rendah, sedang, atau tinggi terhadap sampel normatif, per dimensi. Kategori adalah posisi relatif, bukan diagnosis.
  4. Baca polanya sebagai profil. Kombinasi ketiganya mendekati salah satu dari lima profil: engaged, ineffective, overextended, disengaged, atau burnout.
  5. Padukan dengan konteks. Beban kerja, peran, dukungan sosial, dan wawancara. Umpan balik disampaikan dengan empati sebagai bahan perencanaan perbaikan.

Cara membaca hasil. Hasil M-TBI tidak boleh dibaca sebagai diagnosis klinis atau cerminan kelemahan personal. Skor tinggi tidak selalu berarti gangguan, dan skor rendah tidak otomatis berarti sehat. Hasilnya dipadukan dengan wawancara dan asesmen lain, dan ditafsirkan oleh psikolog atau praktisi terlatih.

Alur riset

Dari adaptasi ke lapangan.

  1. 2022 · Adaptasi dan validasiPenelitian 1
  2. 2026 · Guru, sekolah, karyawanRiset berjalan
  3. Berikutnya · Agenda risetPeta bukti

01Penelitian 1 · 2022

Terbit

Adaptasi dan validasi

Tiga dimensi burnout bertahan dalam bahasa Indonesia.

α 0,92skala total · subskala 0,83–0,87 · 822 pekerja

Pertanyaannya
Setelah diadaptasi, apakah 22 butir M-TBI masih membentuk tiga dimensi yang sama dengan MBI asli, dan apakah skornya konsisten pada pekerja Indonesia?
Yang kami lakukan

822 pekerja di Indonesia dari berbagai profesi, antara lain staf front office, guru, perawat, dan profesional lain, mengisi M-TBI lewat survei daring dengan persetujuan tertulis. Usia 22 hingga lebih dari 50 tahun, pendidikan SMA sampai S3, masa kerja beragam; 213 pria dan 609 wanita. Struktur internal diperiksa dengan analisis faktor eksploratori dan konfirmatori, konsistensi internal dengan alpha Cronbach dan korelasi butir-total, lalu skor dibandingkan antarkelompok demografis dan dengan data dari negara Barat.

Yang kami temukan
  • Data layak dianalisis faktor (KMO 0,931; uji Bartlett signifikan). Analisis faktor eksploratori menghasilkan tiga faktor yang sesuai teori: kelelahan emosional, sinisme, dan pencapaian pribadi, dan setiap butir memuat tertinggi pada faktor yang dimaksud.
  • Analisis faktor konfirmatori model tiga faktor korelatif mencapai kriteria yang diharapkan: RMSEA sekitar 0,073, CFI sekitar 0,907, TLI sekitar 0,896.
  • Alpha Cronbach skala total 0,916; subskala 0,83–0,87, tertinggi pada kelelahan emosional. Semua korelasi butir-total positif dan umumnya di atas 0,40; tidak ada butir yang bila dihapus menaikkan alpha secara berarti, sehingga 22 butir dipertahankan.
  • Skor berbeda bermakna menurut usia, jenis kelamin, dan pendidikan: pekerja berusia 30 tahun ke bawah dan berpendidikan SMA cenderung melaporkan burnout lebih tinggi. Dibanding rata-rata negara Barat, kelelahan emosional dan sinisme pekerja Indonesia serupa, tetapi pencapaian pribadi cenderung lebih rendah.
Apa artinya
Struktur tiga dimensi MBI terkonfirmasi pada pekerja Indonesia, dan ketiga subskala konsisten. Skor pencapaian pribadi yang lebih rendah daripada data Barat menunjukkan bahwa norma lokal diperlukan untuk menafsirkan skor, bukan norma dari tempat lain.
Batasnya
Peserta direkrut secara sukarela lewat survei daring, tiga perempatnya perempuan, dan datanya laporan diri satu waktu. Kecocokan CFI dan TLI berada di sekitar ambang 0,90, jadi cukup, bukan sangat baik. Batas kategori bersifat relatif terhadap sampel ini. Studi ini belum menguji kestabilan skor dari waktu ke waktu, kaitannya dengan hasil kerja nyata, atau kesetaraan pengukuran antarkelompok.
Sumber

Widhianingtanti, L. T., & van Luijtelaar, G. (2022). The Maslach-Trisni Burnout Inventory: Adaptation for Indonesia. Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I), 11(1), 3–21.

Bab 4 · Riset yang berjalan · NADI Kerja

Dari guru dan sekolah ke peta ketahanan karyawan.

Di Anvesana, M-TBI menjadi jangkar riset kesehatan mental dunia kerja di bawah moonshot NADI Kerja: bagaimana orang dapat sehat sekaligus berhasil dalam bekerja. Tiga studi yang sedang berjalan memakainya. Belum ada hasil sementara yang ditampilkan; yang kami buka adalah pertanyaan, tahap, dan timnya.

  1. Penulisan naskah

    How is personality related to burnout among teachers?

    Path Analysis of Teacher Burnout and Personality

    Analysis is complete and has been reported to the partner; a manuscript for an international journal is being written.

    Tim
    Rafli Sodiq Bagaskara, Lucia Trisni W.
    Mitra
    A provincial education office
  2. Penulisan naskah

    Does burnout spread within a school?

    Within-School Clustering and Crossover of Burnout Among Principals, Teachers, and Educational Support Staff

    The manuscript is nearly final and has not yet been submitted to a journal.

    Tim
    Rafli Sodiq Bagaskara
    Mitra
    A provincial education office
  3. Analisis

    How resilient are employees in the face of work pressure?

    Workforce Resilience Map

    A resilience model is being developed from burnout and personality data.

    Tim
    Lucia Trisni W., Rafli Sodiq Bagaskara, Anjar Kartaputra

Bab 5 · Peta bukti dan agenda

Apa yang sudah terbukti, apa yang belum.

Halaman ini akan kami perbarui setiap kali ada jawaban baru.

Tersedia

  • Kesepadanan terjemahan dan validitas isiPenerjemahan ganda, panel ahli, penerjemahan balik, dan uji coba awal (Widhianingtanti & van Luijtelaar, 2022).
  • Konsistensi internalAlpha 0,916 skala total; 0,83–0,87 per subskala; semua butir dipertahankan.
  • Struktur internal tiga faktorEFA dan CFA pada 822 pekerja; RMSEA 0,073, CFI dan TLI di sekitar 0,90.

Awal

  • Perbedaan antarkelompok demografisPerbedaan rerata menurut usia, jenis kelamin, dan pendidikan; bukan uji kesetaraan pengukuran.
  • Norma dan batas kategoriPersentil sepertiga dari sampel sukarela 822 pekerja lintas profesi; belum ada norma per sektor.

Belum diuji

  • Stabilitas tes-ulangBelum diuji.
  • Validitas kriteria terhadap hasil kerja nyata (absensi, intensi keluar, kinerja)Belum diuji dengan M-TBI.

Pertanyaan yang masih terbuka

  • Apakah skornya stabil dari waktu ke waktu?Uji tes-ulang belum dilakukan.
  • Apakah batas kategori berlaku sama untuk guru, perawat, dan pekerja industri?Batas saat ini berasal dari satu sampel lintas profesi. Norma per sektor belum ada; studi guru dan sekolah yang berjalan menjadi langkah pertamanya.
  • Apakah skornya berkaitan dengan hasil kerja nyata?Kaitan dengan absensi, intensi keluar, dan kinerja belum diuji dengan M-TBI.
  • Apakah ketiga dimensi diukur setara antarkelompok?Perbedaan rerata sudah terlihat; kesetaraan pengukuran antar jenis kelamin, pendidikan, dan profesi layanan versus non-layanan belum diuji.

Jawaban untuk pertanyaan di atas belum ada. Studi yang sedang berjalan di sektor pendidikan menjadi langkah pertama; sisanya kami buka untuk kolaborasi riset dengan organisasi yang ingin memetakan burnout timnya per dimensi.

Batas pemakaian saat ini: M-TBI dipakai untuk pemetaan burnout dan dasar percakapan intervensi, dibaca psikolog atau praktisi terlatih per dimensi bersama wawancara dan konteks organisasi. Bukan alat diagnosis klinis dan bukan dasar tunggal keputusan administratif.

Bab 6 · Belajar dan mengakses

Rasakan skalanya, pahami cara bacanya, ajukan lisensinya.

Coba skalanya

Coba skalanya

Enam pernyataan yang ditulis untuk halaman ini, dijawab dengan skala frekuensi 0–6 seperti pada M-TBI. Tanpa batas waktu, tidak menghasilkan skor M-TBI, dan tidak ada jawaban yang dikirim atau disimpan.

Pernyataan 1 dari 6

Pekerjaan saya belakangan terasa menguras tenaga.

Pilih satu angka yang paling sesuai.

Latihan pengenalan format jawaban, bukan butir dari inventori. Tidak ada yang dikirim atau disimpan.

Buku manual

Buku Manual M-TBI (2025) memuat landasan teori, struktur inventori, proses adaptasi dan validasi, daftar butir, cara skoring, interpretasi, contoh kasus, dan pertimbangan etis. Manual dan butir inventori tersedia bagi pengguna berlisensi.

Jenis
Buku manual, untuk kalangan sendiri
Penyusun
Lucia Trisni Widhianingtanti
Hak cipta
Lucia Trisni W. (hak cipta individual)
Status
Tersedia melalui lisensi penggunaan
Tanyakan lisensi penggunaan

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu M-TBI?

Maslach-Trisni Burnout Inventory adalah adaptasi Maslach Burnout Inventory ke bahasa dan konteks kerja Indonesia: 22 pernyataan dengan skala frekuensi 0–6 yang menghasilkan tiga skor, kelelahan emosional, sinisme, dan pencapaian pribadi. Dikembangkan Lucia Trisni Widhianingtanti bersama Gilles van Luijtelaar (2022).

Apa bedanya dengan MBI?

Struktur, jumlah dimensi, dan skala jawabannya sama dengan MBI. Yang berbeda adalah bahasanya: setiap pernyataan diadaptasi lewat penerjemahan ganda, panel ahli, penerjemahan balik, dan uji coba, agar bermakna sama bagi pekerja Indonesia dan relevan lintas profesi.

Apakah M-TBI alat diagnosis burnout?

Bukan. M-TBI mengukur persepsi seseorang tentang gejala burnout dan menempatkannya pada kategori relatif terhadap sampel normatif. Tidak ada batas klinis yang memutuskan seseorang "sakit" burnout atau tidak.

Bagaimana hasilnya dibaca?

Tiga skor subskala dibaca terpisah, dengan arah pencapaian pribadi terbalik, lalu polanya dicocokkan dengan lima profil burnout. Hasil dipadukan dengan wawancara dan konteks kerja, dan ditafsirkan psikolog atau praktisi terlatih.

Apakah M-TBI sudah divalidasi?

Sudah ada bukti struktur tiga faktor dan konsistensi internal dari studi pada 822 pekerja Indonesia yang terbit di JP3I (2022). Stabilitas dari waktu ke waktu, norma per sektor, kaitan dengan hasil kerja nyata, dan kesetaraan antarkelompok belum diuji.

Bolehkah hasilnya dipakai untuk keputusan promosi atau mutasi?

Manual menyatakan tidak etis memakai hasil M-TBI sebagai satu-satunya dasar keputusan administratif yang merugikan karyawan. Hasil dipakai untuk kepentingan terbaik orangnya: intervensi, perbaikan kondisi kerja, atau konseling.

Siapa pemilik hak ciptanya, dan bagaimana mengaksesnya?

Hak cipta M-TBI dipegang Lucia Trisni W. secara individual. Penggunaan melalui lisensi; permintaan dapat diajukan lewat halaman kerja sama Anvesana.

Bab 7 · Rujukan

Publikasi, rujukan, dan cara mengutip.

Publikasi tentang M-TBI

  • The Maslach-Trisni Burnout Inventory: Adaptation for Indonesia (tab baru)TerbitLucia Trisni Widhianingtanti & Gilles van Luijtelaar · Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I), 11(1), 3–21, 2022

    Adaptasi lintas budaya MBI ke bahasa Indonesia dan uji psikometriknya pada 822 pekerja: tiga faktor terkonfirmasi, alpha skala total 0,916, dan batas kategori rendah-sedang-tinggi per subskala.

Daftar rujukan

  1. Beaton, D. E., Bombardier, C., Guillemin, F., & Ferraz, M. B. (2000). Guidelines for the process of cross-cultural adaptation of self-report measures. Spine, 25(24), 3186–3191. https://doi.org/10.1097/00007632-200012150-00014
  2. CNN Indonesia. (2021, 20 Agustus). Survei: Mayoritas netizen burnout gara-gara pekerjaan. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210820191614-255-683206/survei-mayoritas-netizen-burnout-gara-gara-pekerjaan
  3. Leiter, M. P., & Maslach, C. (2016). Latent burnout profiles: A new approach to understanding the burnout experience. Burnout Research, 3(4), 89–100. https://doi.org/10.1016/j.burn.2016.09.001
  4. Maslach, C., Schaufeli, W. B., & Leiter, M. P. (2001). Job burnout. Annual Review of Psychology, 52(1), 397–422. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.52.1.397
  5. Widhianingtanti, L. T. (2025). Buku manual Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI). Untuk kalangan sendiri.
  6. Widhianingtanti, L. T., & van Luijtelaar, G. (2022). The Maslach-Trisni Burnout Inventory: Adaptation for Indonesia. Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I), 11(1), 3–21. https://doi.org/10.15408/jp3i.v11i1.24400
  7. Yulianto, H. (2020). Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey (MBI-HSS) versi Bahasa Indonesia: Studi validasi konstruk pada anggota polisi. Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I), 9(1), 17–29. https://doi.org/10.15408/jp3i.v9i1.13329

Cara mengutip

Anvesana Research Institute. (2026). Maslach-Trisni Burnout Inventory: adaptasi, tiga dimensi burnout, dan agenda riset. https://anvesana.or.id/anvesana-psychometrics/m-tbi

Mengundang kolaborasi

Burnout dibaca per dimensi, dan ditangani per akar masalahnya.

Ingin memetakan burnout di organisasi Anda, atau punya data untuk menguji M-TBI pada sektor tertentu? Kami terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi riset.

Ingin belajar membaca profil burnout? Lihat agenda A-Labs

Mari berkolaborasi