01Penelitian 1 · 2022
Adaptasi dan validasi
Tiga dimensi burnout bertahan dalam bahasa Indonesia.
α 0,92skala total · subskala 0,83–0,87 · 822 pekerja
- Pertanyaannya
- Setelah diadaptasi, apakah 22 butir M-TBI masih membentuk tiga dimensi yang sama dengan MBI asli, dan apakah skornya konsisten pada pekerja Indonesia?
- Yang kami lakukan
822 pekerja di Indonesia dari berbagai profesi, antara lain staf front office, guru, perawat, dan profesional lain, mengisi M-TBI lewat survei daring dengan persetujuan tertulis. Usia 22 hingga lebih dari 50 tahun, pendidikan SMA sampai S3, masa kerja beragam; 213 pria dan 609 wanita. Struktur internal diperiksa dengan analisis faktor eksploratori dan konfirmatori, konsistensi internal dengan alpha Cronbach dan korelasi butir-total, lalu skor dibandingkan antarkelompok demografis dan dengan data dari negara Barat.
- Yang kami temukan
- Data layak dianalisis faktor (KMO 0,931; uji Bartlett signifikan). Analisis faktor eksploratori menghasilkan tiga faktor yang sesuai teori: kelelahan emosional, sinisme, dan pencapaian pribadi, dan setiap butir memuat tertinggi pada faktor yang dimaksud.
- Analisis faktor konfirmatori model tiga faktor korelatif mencapai kriteria yang diharapkan: RMSEA sekitar 0,073, CFI sekitar 0,907, TLI sekitar 0,896.
- Alpha Cronbach skala total 0,916; subskala 0,83–0,87, tertinggi pada kelelahan emosional. Semua korelasi butir-total positif dan umumnya di atas 0,40; tidak ada butir yang bila dihapus menaikkan alpha secara berarti, sehingga 22 butir dipertahankan.
- Skor berbeda bermakna menurut usia, jenis kelamin, dan pendidikan: pekerja berusia 30 tahun ke bawah dan berpendidikan SMA cenderung melaporkan burnout lebih tinggi. Dibanding rata-rata negara Barat, kelelahan emosional dan sinisme pekerja Indonesia serupa, tetapi pencapaian pribadi cenderung lebih rendah.
- Apa artinya
- Struktur tiga dimensi MBI terkonfirmasi pada pekerja Indonesia, dan ketiga subskala konsisten. Skor pencapaian pribadi yang lebih rendah daripada data Barat menunjukkan bahwa norma lokal diperlukan untuk menafsirkan skor, bukan norma dari tempat lain.
- Batasnya
- Peserta direkrut secara sukarela lewat survei daring, tiga perempatnya perempuan, dan datanya laporan diri satu waktu. Kecocokan CFI dan TLI berada di sekitar ambang 0,90, jadi cukup, bukan sangat baik. Batas kategori bersifat relatif terhadap sampel ini. Studi ini belum menguji kestabilan skor dari waktu ke waktu, kaitannya dengan hasil kerja nyata, atau kesetaraan pengukuran antarkelompok.
- Sumber
Widhianingtanti, L. T., & van Luijtelaar, G. (2022). The Maslach-Trisni Burnout Inventory: Adaptation for Indonesia. Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I), 11(1), 3–21.
