Riset & publikasi

Pengetahuan
yang berangkat
dari kehidupan.

Enam klaster riset, temuan yang dibagikan bersama batasnya, dan karya ilmiah yang bisa ditelusuri sampai ke sumbernya.

Enam klaster risetVisualisasi konseptual

The Moonshot Project

Setiap langkah berangkat dari sebuah moonshot.

Moonshot adalah cita-cita besar yang menjadi arah berbagai proyek riset dan pengembangan Anvesana. Setiap proyek dimulai dari pertanyaan riset, berkembang menjadi temuan, lalu diterjemahkan menjadi hasil yang dapat digunakan dan dibagikan.

  1. Titik berangkatKehidupan nyata
  2. 01Research questionsPertanyaan yang lahir dari lapangan.
  3. 02Research findingsTemuan yang diuji dan dibagikan beserta batasnya.
  4. 03ProductInstrumen dan alat yang lahir dari temuan.
  5. 04ModulesProgram dan modul yang bisa diterapkan.
  6. MoonshotCita-cita besar

Moonshot · Indies Lab

NADI Kerja

  • Navigasi
  • Asesmen
  • Desain
  • Intervensi

Bagaimana orang dapat sehat sekaligus berhasil dalam bekerja?

Agenda riset terapan untuk membantu organisasi mengidentifikasi potensi dan tekanan, memperbaiki sistem, dan menguatkan manusia, agar sehat sekaligus berhasil dalam bekerja.

Manusia · Sistem kerja · Kesehatan psikososial

Apa yang kami ukurKarakter kepribadianStres kerjaBurnoutBahaya psikososialWell-beingKognitif & sikap kerja
01Kesehatan mental kerja

Wellbeing karyawan turun. Yang perlu dibenahi: orangnya, atau beban dan tekanan kerjanya?

Kepribadian tidak langsung menurunkan wellbeing.

Jalurnya lewat stres kerja dan burnout, dan keduanya bisa diubah. Kecenderungan kepribadian sulit diubah organisasi; stres kerja dan burnout adalah titik intervensinya.

  1. Neuroticism
  2. Stres kerja
  3. Burnout
  4. Wellbeing rendah

Tingkatkan wellbeing dengan membenahi beban dan tekanan kerja, bukan dengan menyeleksi kepribadian.

02Kesehatan mental kerja

Saat leader kelelahan, siapa saja yang ikut menanggung?

Burnout dapat menular ke bawah garis komando.

Burnout pemimpin tidak berhenti di dirinya. Tekanan diteruskan lewat cara memimpin sehari-hari, lalu lewat pembagian beban dan target, hingga tim pelaksana menerima akumulasi dari dua lapis di atasnya.

  1. Pemimpin
  2. Manajer lini
  3. Tim pelaksana

Dasar temuan: kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan (sektor pendidikan).

Kesehatan mental pemimpin bukan urusan pribadi; biayanya ditanggung tim di bawahnya.

03Kesehatan mental kerja

Burnout di tim Anda lebih mirip kelelahan, sinisme, atau merasa tak berkembang?

Tiga bentuk burnout, tiga akar masalah berbeda.

Skor burnout total menyembunyikan perbedaan ini: unit dengan skor sama bisa membutuhkan intervensi yang berbeda.

Kelelahan emosionaldipicu oleh
  • Beban kerja berlebih
  • Konflik & pelecehan
Sinisme pada pekerjaandipicu oleh
  • Relasi antarrekan buruk
  • Kelelahan emosional yang dibiarkan
Pencapaian diri rendahdipicu oleh
  • Kejelasan peran rendah
  • Dukungan kerja kurang
  • Peluang tumbuh terbatas

Baca burnout per dimensi sebelum memilih program. Satu paket pelatihan tidak menjawab tiga masalah.

04Keberhasilan kerja

Apakah “karyawan terbaik” punya profil yang sama di setiap posisi?

Tidak ada satu profil unggul untuk semua posisi.

Kemampuan kognitif dan ciri kepribadian yang membedakan top performer dari baseline berbeda di tiap posisi.

Dasar temuan: studi di perusahaan jasa pertambangan.

Bangun profil sukses per posisi, bukan satu standar untuk seluruh organisasi.

Pencarian kami berikutnya

Temuan keempat baru langkah awal. Berikutnya kami memetakan apa yang membuat orang sehat sekaligus berhasil dalam bekerja, dan menguji ulang pola-pola ini di berbagai sektor.

Bawa pertanyaan dari organisasi Anda
2 studi sedang berjalan di bawah NADI Kerja

Moonshot · Konsorsium riset

Daya Tumbuh Akademik

Memahami faktor yang membantu pelajar bertahan, beradaptasi, dan berkembang selama masa studi.

Payung riset untuk memahami faktor dan dinamika yang membantu pelajar bertahan, beradaptasi, dan terus berkembang selama menjalani tiap level pendidikan. Riset dikembangkan bertahap: pemetaan faktor, hubungan antarvariabel, hingga pengujian intervensi.

Pendidikan yang berhasil bukan sebatas capaian akademik. Pelajar menghadapi tuntutan akademik, penyesuaian lingkungan, pilihan bidang studi, perubahan kondisi psikologis, serta faktor sosial dan institusional.

Daya

Kemampuan untuk bertahan, mempertahankan fungsi, dan menggunakan sumber daya ketika menghadapi tekanan.

Tumbuh

Kemampuan untuk bergerak melampaui sekadar bertahan menuju proses adaptasi dan perkembangan.

Akademik

Konteks tempat kapasitas itu terlihat: adaptasi, keberlanjutan studi, dan performa akademik.

Faktor individualKondisi psikologis saat iniKarakteristik individualFaktor lingkunganFaktor sosialFaktor institusional
Daya Tumbuh
Akademik
Kemampuan pelajar untuk bertahan, beradaptasi, dan berkembang selama masa studi
OutcomePerforma akademikKesehatan dan aktualisasi diri

Temuan penelitian awal

Performa dan adaptasi akademik
tidak cukup dipahami lewat satu faktor.

Studi 1 · Performa akademik434 pelajar politeknik23,1% → 37,6%

Kemampuan kognitif menjelaskan 23,1% variasi capaian akademik. Ketika dianalisis bersama bakat kerja, minat, kemampuan mekanis, dan gaya belajar, variasi yang dapat dijelaskan menjadi 37,6%.

Kemampuan kognitif penting, tetapi tidak cukup untuk memahami capaian akademik pelajar.

Studi 2 · Adaptasi akademik134 pelajar34%

Mental toughness dan neuroticism bersama-sama menjelaskan 34% variasi college adjustment. Hubungan mental toughness dan college adjustment berbeda pada tingkat neuroticism yang berbeda.

Mental toughness tidak bekerja terpisah dari stabilitas emosi bawaan.

Studi 3 · Pelajar salah jurusan477 pelajarProtektif & risiko

Faktor protektif: kesesuaian minat pelajar dengan jurusan yang dipilih. Faktor risiko: kurangnya informasi jurusan dan kampus, kurangnya persiapan menghadapi tes masuk, serta kegagalan memenuhi passing grade.

Penting memahami proses yang terjadi sebelum pelajar memasuki perguruan tinggi.

Temuan ini titik awal, bukan kesimpulan akhir. Penelitian awal memakai desain studi pada konteks dan sampel tertentu; keterkaitannya belum dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara umum. Model akan terus dikembangkan bersama mitra.

Bentuk kolaborasi

Penelitian

Pengembangan metode bersama tim ahli, instrumen, analisis data, hingga rekrutmen partisipan, pelaksanaan, dan etik penelitian.

Pengembangan program

Pilot intervensi setelah bukti memadai, serta rekomendasi, modul, dan pelatihan fasilitator.

KolaboratorPerguruan tinggiSekolahDosen & penelitiGuru & praktisi pendidikanPsikolog

Etika dan perlindungan data

  • Keikutsertaan sukarelaPelajar dapat menghentikan keikutsertaan sesuai mekanisme.
  • Terpisah dari keputusan akademikHasil tidak digunakan untuk keputusan akademik atau administratif.
  • Persetujuan yang jelasAsesmen dan persetujuan penggunaan data dijelaskan terpisah.
  • KerahasiaanInformasi individual hanya disampaikan sesuai mekanisme yang disetujui.
  • Kendali institusiData dalam kendali institusi asal dan dikelola di Indonesia.
  • Tanpa pemeringkatanTidak ada pemeringkatan publik antarperguruan tinggi.
4 studi sedang berjalan di bawah Daya Tumbuh Akademik

Bergabung dalam perjalanan

Moonshot dicapai bersama.

Perguruan tinggi, sekolah, organisasi, peneliti, dan praktisi dapat ikut merumuskan pertanyaan, menjalankan riset, dan menguji programnya.

Diskusikan kolaborasi

Dari pertanyaan sampai terbit

  1. Tahap 1Riset berjalanSedang dikerjakan. Belum ada hasil yang dibagikan.
  2. Tahap 2The FindingsTemuan awal dibagikan, lengkap dengan batasnya. Belum terbit di jurnal.
  3. Tahap 3PublikasiSudah dipresentasikan atau terbit, dan bisa dirujuk.

Tahap 1 Riset berjalan

Yang sedang kami telusuri.

Pertanyaan yang sedang dikerjakan tim Anvesana bersama mitranya, dan sampai di mana prosesnya. Hasil sementara baru dibagikan setelah melalui telaah.

NADI Kerja

Bagaimana orang dapat sehat sekaligus berhasil dalam bekerja?

Kenali moonshot ini

Dunia kerja

Bagaimana kepribadian berkaitan dengan burnout pada guru?

Path Analysis Burnout dan Kepribadian Guru

  1. Perancangan
  2. Pengambilan data
  3. Analisis
  4. Penulisan naskah (tahap saat ini)
  5. Telaah jurnal

Penulisan naskah · Analisis selesai dan sudah dilaporkan ke mitra; naskah jurnal internasional sedang ditulis.

Tim
Rafli Sodiq Bagaskara, Lucia Trisni W.
Mitra
Dinas pendidikan tingkat provinsi

Dunia kerja

Seberapa tangguh karyawan menghadapi tekanan kerja?

Peta Ketahanan Karyawan (Workforce Resilience Map)

  1. Perancangan
  2. Pengambilan data
  3. Analisis (tahap saat ini)
  4. Penulisan naskah
  5. Telaah jurnal

Analisis · Model ketahanan sedang dikembangkan dari data burnout dan kepribadian.

Tim
Lucia Trisni W., Rafli Sodiq Bagaskara, Anjar Kartaputra

Daya Tumbuh Akademik

Apa yang membantu pelajar bertahan, beradaptasi, dan berkembang selama masa studi?

Kenali moonshot ini

Karier & pendidikan

Mengapa banyak mahasiswa merasa salah jurusan?

Examining Determinant Factors of Wrong Major Phenomenon

  1. Perancangan
  2. Pengambilan data
  3. Analisis
  4. Penulisan naskah
  5. Telaah jurnal (tahap saat ini)

Telaah jurnal · Revisi dari penelaah sudah dikirim; menunggu terbit.

Tim
Rafli Sodiq Bagaskara, Anisa Rima Fadhilah, Fathina Azizah, Athar Rosyad Partadireja, Teddy Indira Budiwan

Karier & pendidikan

Selain IQ, apa yang ikut menentukan prestasi mahasiswa vokasi?

Incremental Validity of Vocational Interests, Learning Styles, and Aptitudes Beyond Intelligence for Predicting Academic Performance

  1. Perancangan
  2. Pengambilan data
  3. Analisis
  4. Penulisan naskah (tahap saat ini)
  5. Telaah jurnal

Penulisan naskah · Naskah lengkap siap dikirim ke jurnal.

Tim
Tim Indies Lab Anvesana
Mitra
Politeknik vokasi di bidang teknik

Karier & pendidikan

Apa yang membuat siswa SMA mantap memilih jurusan kuliah?

Path Model for Career Maturity: Transisi SMA ke Perguruan Tinggi

  1. Perancangan (tahap saat ini)
  2. Pengambilan data
  3. Analisis
  4. Penulisan naskah
  5. Telaah jurnal

Perancangan · Kerangka model sudah disepakati; alat ukur pendamping sedang dipilih.

Tim
Rafli Sodiq Bagaskara, Vera Angliani Juwita

Mahasiswa

Bisakah kampus mengenali mahasiswa yang rentan lebih awal?

Kerentanan Psikologis Mahasiswa

  1. Perancangan
  2. Pengambilan data (tahap saat ini)
  3. Analisis
  4. Penulisan naskah
  5. Telaah jurnal

Pengambilan data · Dimulai di satu kampus sebelum diperluas ke anggota konsorsium.

Tim
Anjar Kartaputra, Rafli Sodiq Bagaskara, Vera Angliani Juwita
Mitra
Konsorsium enam institusi pendidikan tinggi dan mitra

Fondasi pengukuran

Alat ukur yang dipakai kedua moonshot, dikembangkan dan diuji di sini.

Lihat instrumen

Karier & pendidikan

Seberapa tepat Kompas Minat Indonesia memetakan minat pelajar?

Psychometric Properties of Kompas Minat Indonesia

  1. Perancangan
  2. Pengambilan data
  3. Analisis
  4. Penulisan naskah (tahap saat ini)
  5. Telaah jurnal

Penulisan naskah · Data untuk norma Indonesia terus ditambah.

Tim
Rafli Sodiq Bagaskara, Nadim Alfan Assa

Kepribadian

Apa saja yang diukur tes kepribadian selama dua dekade terakhir?

Two Decades of Personality Measurement: A Scoping Review

  1. Perancangan
  2. Pengambilan data
  3. Analisis
  4. Penulisan naskah (tahap saat ini)
  5. Telaah jurnal

Penulisan naskah

Tim
Rafli Sodiq Bagaskara, Anisa Rima Fadhilah, Annisa Puspita Inderasari

Kepribadian

Bisakah kepribadian dipetakan sampai ke tingkat facet?

Development of Code Traits

  1. Perancangan
  2. Pengambilan data (tahap saat ini)
  3. Analisis
  4. Penulisan naskah
  5. Telaah jurnal

Pengambilan data · Facet terus ditambah dan diuji pada beberapa kelompok peserta.

Tim
Rafli Sodiq Bagaskara, Nadim Alfan Assa, Anjar Kartaputra

Tahap 2 The Findings

Temuan awal yang sudah dibagikan.

Hasil sementara dari riset yang masih berjalan. Kami membagikannya lengkap dengan batasnya supaya bisa didiskusikan, sebelum terbit di jurnal.

The Findings

Membaca efisiensi kerja melalui NES

Apa yang terjadi pada efisiensi ketika tugas diberi batas waktu?

Riset ini membandingkan skor Net Efficiency Score (NES) dari 491 partisipan ketika mengerjakan tugas tanpa batas waktu, dengan batas waktu, lalu kembali tanpa batas waktu.

491 partisipan · pelajar dan mahasiswa

01

Efisiensi kerja bisa diukur, bukan hanya dirasakan.

NES adalah indeks efisiensi kerja kognitif: perilaku menyelesaikan pekerjaan dengan benar, tanpa kesalahan ataupun pengerjaan ulang.

Kecepatan
Seberapa banyak pekerjaan selesai dalam waktu yang tersedia.
Ketepatan
Kesalahan mengurangi nilai efisiensi kerja.
First time right
Benar sejak percobaan pertama, tanpa kerja ulang (Crosby, 1979).
Durasi
Produktivitas dan ketelitian dibaca bersama waktu pengerjaan.
02Orangnya atau situasinya?

Efisiensi kerja lebih ditentukan orangnya.

Variasi skor NES lebih banyak berasal dari perbedaan antarindividu, sehingga efisiensi kerja cenderung menetap.

88,8% perbedaan antarindividu

Orang yang efisien cenderung tetap efisien, apa pun kondisinya (ICC = 0,888).

2,9% pengaruh kondisi kerja

Kondisi kerja tetap berpengaruh, tetapi pengaruhnya jauh lebih kecil.

NES dapat digunakan untuk mengenali potensi seseorang, bersama hasil asesmen lain.

↔Cara membaca hasil

Cepat belum tentu efisien.

Karena kesalahan dan koreksi mengurangi skor, dua orang yang sama cepatnya bisa mendapat NES yang berbeda. Empat pola yang sering terlihat:

Cepat, banyak salahTerlihat produktif, tetapi tidak efisien.
Cepat dan akuratEfisiensi tinggi: produktif dan minim salah.
Banyak koreksiHasilnya benar, tetapi butuh banyak perbaikan.
Lebih lambat, akuratHati-hati dan benar, tetapi output per waktu lebih terbatas.
Deret tanda adalah ilustrasi catatan jawaban (✓ benar, ✕ salah, ↺ dikoreksi), bukan data peserta.
03Efek batas waktu

Batas waktu membuat kerja lebih efisien.

0+1+2+3+4+50+4,47+2,46
  1. Awaltanpa batas waktu
  2. Dengan batas60 detik per lajur
  3. Akhirtanpa batas waktu

Setelah batas waktu dihilangkan, skor menurun dari titik tertinggi, tetapi masih berada di atas kondisi awal. Skor akhir yang lebih tinggi juga mungkin berkaitan dengan efek latihan.

Berikan deadline atau tugas berbatas waktu yang jelas untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Alat yang digunakan

FocusyncTes bakat kerja hasil riset Anvesana

Tes berbasis komputer yang mengukur cara seseorang bekerja pada tugas rutin dan repetitif: seberapa cepat, seberapa teliti, seberapa stabil, dan bagaimana ia menjaga energinya dari awal sampai akhir.

Kenali Focusync
  1. Penjumlahan sederhana, tiga pilihan jawabanPeserta mengerjakan soal penjumlahan sederhana secara berurutan.
  2. Setiap jawaban dicatatJawaban benar, jawaban salah, dan jawaban yang diubah, lengkap dengan waktunya.
  3. Muncul profil kerja dan NESPola kerja dari setiap lajur, dirangkum juga dalam satu skor efisiensi kerja.

Pencarian berikutnya

Ke mana NES melangkah?

  1. Apakah NES bisa memprediksi performa kerja nyata dan prestasi akademik?
  2. Bisakah NES menyatukan skor bakat kerja yang selama ini terpisah-pisah dalam rekrutmen?
  3. Seberapa kuat kualitas psikometrik NES?
  4. Apakah NES berbeda antarkelompok usia dan gender?

Batas temuan

  • NES dibaca bersama hasil asesmen lain, bukan sebagai satu-satunya dasar keputusan. Kemampuannya memprediksi performa kerja nyata masih diteliti.
  • Pengujian awal melibatkan pelajar dan mahasiswa.
  • Mekanisme fokus, kelelahan mental, dan efek latihan belum diukur secara langsung.

Mengundang kolaborasi

Langkah berikutnya: menguji NES dengan performa kerja nyata.

  • Praktisi HR dan psikolog yang ingin menjadi mitra riset.
  • Organisasi yang memiliki data kinerja karyawan dari berbagai sektor dan level pekerjaan.
  • Mitra yang memiliki kebutuhan atau kasus penggunaan spesifik untuk diuji bersama.
Menjadi mitra riset NES

Angka mengikuti publikasi Anvesana, diperiksa 2 Oktober 2026: Unggahan The Findings (tab baru) · Dokumentasi TEMILNAS I ANI (tab baru)

Riset masuk ruang diskusi

Dibawa ke forum ilmiah.

Metode, hasil awal, dan keterbatasan NES dipresentasikan dan didiskusikan bersama peserta forum.

Poster Anvesana di ICPE 2026: Gender and Educational-Level Differences in Vocational Interest Differentiation Among Indonesian Students (buka poster ukuran penuh di tab baru)

Penghargaan · 15 Oktober 2026

Poster terbaik di ICPE 2026.

Poster Anvesana tentang diferensiasi minat vokasional pelajar Indonesia mendapat penghargaan Best Poster (poster terbaik) di The 5th International Conference on Psychology and Education, Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya.

Gender and Educational-Level Differences in Vocational Interest Differentiation Among Indonesian Students

Rafli Sodiq Bagaskara, Diana Dyassa Putri, Anjar Kartaputra

Pada 2.869 pelajar dan mahasiswa dari SMP sampai universitas yang mengisi Kompas Minat Indonesia:

  • Profil minat siswa perempuan lebih terdiferensiasi di semua jenjang.
  • Diferensiasi paling tinggi di SMA dan paling rendah di politeknik; tidak naik lurus mengikuti jenjang.
  • Selisih antara laki-laki dan perempuan paling sempit di politeknik.

Tahap 3 Publikasi & forum ilmiah

Riset yang dibaca.
Gagasan yang dibicarakan.

Artikel jurnal, prosiding, dan presentasi ilmiah Anvesana serta karya para penelitinya, terhubung langsung ke sumbernya.

Fakultas Psikologi · Universitas Negeri SurabayaICPE

The 5th International Conference on Psychology and Education 2026

Best Poster15 Oktober 2026 · Daring
Forum internasional

Best Poster
di ICPE 2026.

Gender and Educational-Level Differences in Vocational Interest Differentiation Among Indonesian Students. Seberapa jelas minat pelajar terbentuk di tiap jenjang pendidikan, dipresentasikan oleh Rafli Sodiq Bagaskara.

Best Poster
2.869
pelajar dan mahasiswa
4 jenjang
SMP, SMA, politeknik, universitas
RIASEC
diukur dengan Kompas Minat Indonesia

Jejak pengetahuan

Telusuri karya ilmiah.

Afiliasi mengikuti masing-masing publikasi. Karya peneliti dengan afiliasi lain tetap ditandai sesuai sumber aslinya.

6 karya ditemukan · Urutan terbaru

KonferensiBest Poster

The 5th ICPE 2026 · Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (daring)

Gender and Educational-Level Differences in Vocational Interest Differentiation Among Indonesian Students (buka sumber di tab baru)

Rafli Sodiq Bagaskara, Diana Dyassa Putri, Anjar Kartaputra

Seberapa jelas minat pelajar terbentuk di tiap jenjang pendidikan? Pada 2.869 pelajar dan mahasiswa yang mengisi Kompas Minat Indonesia, diferensiasi minat paling tinggi di SMA dan paling rendah di politeknik, dan profil perempuan lebih terdiferensiasi di semua jenjang. Poster ini terpilih sebagai Best Poster ICPE 2026.

Anvesana Research Institute · SWPS University

Abstrak terbit di buku program ICPE 2026. Naskah prosiding atau DOI belum tercantum pada sumber yang diperiksa.

KonferensiTelah dipresentasikan

The 4th ICoP 2026 · Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (hibrida)

A Multitrait-Multimethod Validation of the Next Chapter Game-Based Assessment as a Measure of General Cognitive Ability (buka sumber di tab baru)

Junialdi Dwijaputra, Anjar Kartaputra, Anisa Rima Fadhilah, Nadim Alfan Assa, Muhammad Hafiz Sabiqulhaq, Rafli Sodiq Bagaskara

Dapatkah permainan mengukur kemampuan kognitif? Sebanyak 51 orang dewasa mengerjakan tujuh permainan Next Chapter dan Indeks Kognitif Nusantara Umum. Skor gabungan permainan sejalan dengan kemampuan kognitif umum dan cukup akurat membedakan skor tinggi dari rendah, tetapi data belum mendukung pembacaan tiap permainan sebagai ukuran kemampuan yang spesifik.

Anvesana Research Institute · Institut Teknologi Sepuluh Nopember · SWPS University · University of Limerick

Abstrak terbit di buku program ICoP 2026. Ini studi awal dengan sampel kecil; naskah lengkap belum dikirim ke jurnal, dan pengumuman publikasi prosiding dijadwalkan 16 November 2026.

KonferensiTelah dipresentasikan

TEMILNAS I ANI 2026 · Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Efisiensi Performa Kognitif NES pada Kondisi Berbatas dan Tanpa Batas Waktu (buka sumber di tab baru)

Tim Anvesana Research Institute

Riset Net Efficiency Score (NES) dibawa ke forum neuropsikologi untuk mendiskusikan efisiensi performa kognitif pada dua kondisi waktu pengerjaan.

Anvesana Research Institute

Tautan yang tersedia memuat agenda dan dokumentasi presentasi. Naskah prosiding atau DOI belum tercantum pada sumber yang diperiksa.

ProsidingAbstrak konferensi terbit

IOCHI 2026 · MDPI / Sciforum

Global Trends in Cognitive Measurement: A Bibliometric Analysis (buka sumber di tab baru)

Rafli Sodiq Bagaskara, Anisa Rima Fadhilah, Sani Rahma Azzahra

Kajian bibliometrik yang memetakan perkembangan riset pengukuran kognitif, tema penelitian, dan persebaran kontribusi ilmiah pada periode 2011–2025.

Anvesana Research Institute & Universitas Gadjah Mada

Laman Sciforum menyediakan abstrak dan informasi sitasi; materi PDF juga tersedia melalui ResearchGate. Konferensi berlangsung pada 25–26 Maret 2026; DOI belum tercantum.

JurnalTerbit

Buletin Psikologi · 33(2), 210–229

A Literature Review on Vocational Interest Measurements Using Bibliometric Analysis (buka sumber di tab baru)

Rafli Sodiq Bagaskara, Nadim Alfan Assa

Pemetaan literatur pengukuran minat vokasional untuk memahami perkembangan bidang, kontribusi peneliti, serta ruang penelitian yang masih terbuka.

Karya peneliti · afiliasi historis penulis: Universitas Negeri Yogyakarta

DOI: 10.22146/buletinpsikologi.97250 (tab baru)
ProsidingTerbit

SHS Web of Conferences · 224, 04006 · ICAP-H 2025, Universitas Muhammadiyah Malang

A comparative analysis of 2-option and 3-option response formats for computerized work aptitude test (buka sumber di tab baru)

Rafli Sodiq Bagaskara, Anjar Kartaputra

Perbandingan format dua dan tiga pilihan respons pada tes bakat kerja berbasis komputer sebagai bagian dari penelitian desain pengukuran Focusync.

Anvesana Research Institute

DOI: 10.1051/shsconf/202522404006 (tab baru)

Metadata diperiksa 1 Oktober 2026. Daftar ini merupakan pilihan karya yang telah ditelusuri; tautan membuka laman sumber di tab baru.