Instrumen · Kepribadian · Dua bentuk: Core dan Profile

Inventori kepribadian saintifik berkerangka Cybernetic Big Five Theory yang membaca kepribadian sampai ke tingkat facet, dalam dua bentuk: Codetrait Core dengan 10 facet dan Codetrait Profile dengan 20 facet, keduanya di atas lima domain dan sepuluh aspect yang sama.

PengembangAnvesana Research Institute · manual teknis 2026
Peneliti AnvesanaAnjar Kartaputra bersama pengembang: naskah pengembangan Codetrait Profile dan penyelia kedua manual
  • Siap digunakan
  • Dua bentuk: Core & Profile
  • Kerangka CB5T
Format
Expanded Likert 5 poin (A–E), satu pilihan per nomor
Estimasi pengerjaan
Core 15–20 menit · Profile sekitar 40 menit
Sasaran
Dewasa 16–60 tahun, pemetaan non-klinis
Akses
Melalui kerja sama
Ilustrasi profil sepuluh aspect dalam sten 1–10 dan cara membacanya. Bukan norma, bukan data peserta.

Belum diuji: stabilitas tes-ulang, kaitan dengan hasil nyata dan instrumen Big Five lain, kesetaraan pengukuran antarkelompok, dan norma di luar sampel awal.

Bab 1 · Fondasi · Cybernetic Big Five Theory

Kepribadian bukan daftar sifat. Ia parameter sistem yang mengejar tujuan.

Codetraits adalah pustaka pengukuran kepribadian berbasis facet yang dikembangkan Rafli Sodiq Bagaskara dan Nadim Alfan Assa di Anvesana. Dua bentuk pertamanya, Codetrait Core dan Codetrait Profile, dibangun di atas Cybernetic Big Five Theory (CB5T): kepribadian dibaca bukan sebagai daftar sifat, melainkan sebagai parameter sistem yang mengatur cara orang mengejar tujuan. Halaman ini merangkum cara berpikir di baliknya, kedua alatnya, bukti yang sudah ada, dan apa yang masih kami teliti.

1.1 Masalah yang dijawab

Banyak instrumen kepribadian lahir dari adaptasi. Codetraits dimulai dari pertanyaan yang lebih awal: apa yang belum terukur?

Banyak instrumen kepribadian dikembangkan dengan memulai dari model yang sudah ada: mengadaptasi, memodifikasi, atau mempersingkat. Codetraits tidak dimulai dari sana. Sebelum satu butir pun ditulis, tim Indies Lab memetakan literatur pengukuran kepribadian dua dekade terakhir lewat scoping review untuk menemukan facet-facet yang belum teridentifikasi atau belum tervalidasi dengan baik. Naskah peta itu kini sedang ditelaah jurnal.

Lima domain Big Five memberi gambaran umum yang baik. Namun keputusan tentang orang, dalam pengembangan karier, kepemimpinan, atau pemetaan potensi, membutuhkan butiran yang lebih halus: pada level facet, bukan domain. Dua orang dengan skor Conscientiousness yang sama bisa sangat berbeda bila yang satu kuat pada kerapian dan yang lain pada kegigihan mengejar target.

Codetraits karena itu dibangun sebagai pustaka facet yang dapat dirangkai sesuai kebutuhan konteks, bukan satu tes tunggal untuk semua. Codetrait Core dan Codetrait Profile adalah dua rangkaian pertamanya yang sudah diuji: keduanya memakai kerangka yang sama, Cybernetic Big Five Theory, dan berbeda pada seberapa halus tiap aspect dibaca.

1.2 Kepribadian sebagai sistem sibernetik

Dalam CB5T, kepribadian adalah seperangkat parameter yang mengatur sistem kendali manusia saat ia bergerak dari keadaan sekarang menuju tujuannya.

Cybernetic Big Five Theory (DeYoung, 2015) tidak berhenti pada taksonomi sifat seperti tradisi leksikal. Ia menjelaskan secara fungsional mengapa dan bagaimana perbedaan individu bekerja. Kepribadian didefinisikan sebagai parameter yang mengatur sistem kontrol sibernetik manusia dalam mencapai tujuan melalui pengaturan diri yang berkelanjutan (Wiener, 1948; Carver & Scheier, 1998).

Siklusnya berulang terus: pengalaman baru diproses, dibandingkan dengan tujuan, dan bila ada selisih, sistem menyesuaikan diri. Setiap facet dalam Codetraits diberi peran dalam siklus ini. Purposefulness, misalnya, berfungsi sebagai parameter pemeliharaan tujuan; Stability sebagai ambang deteksi kesalahan; Friendliness sebagai sensitivitas terhadap imbalan sosial. Karena itu hasilnya dibaca sebagai sistem yang saling berinteraksi, bukan deretan skor yang berdiri sendiri.

Lima keadaan dalam satu siklus

  1. Keadaan sekarang dan tujuanIndividu menafsirkan keadaannya saat ini (current state) dan berusaha menuju keadaan yang diinginkan (desired state) lewat serangkaian strategi.
  2. Berfungsi optimalBila strategi berhasil membawa individu ke tujuannya, sistem berada dalam keadaan stabil dan teratur (order).
  3. Informasi tak terdugaUmpan balik yang tidak diharapkan atau kegagalan (anomalous information) memicu kekacauan (chaos) dan entropi (Peterson, 1999).
  4. DisintegrasiPenafsiran lama tentang dunia tidak lagi relevan dan sebagian strategi yang dipakai terurai.
  5. ReintegrasiIndividu yang adaptif membangun pemahaman atau strategi baru dan kembali ke siklus pencapaian tujuan.

1.3 Empat tingkat: metatrait sampai facet

Empat tingkat: dua metatrait, lima domain, sepuluh aspect, lalu facet. Codetraits mengukur tingkat yang paling bawah.

DeYoung, Quilty, dan Peterson (2007) menunjukkan bahwa setiap domain Big Five terbelah menjadi dua aspect yang dapat dibedakan secara empiris: Intellect dan Openness, Industriousness dan Orderliness, Assertiveness dan Enthusiasm, Compassion dan Politeness, Volatility dan Withdrawal. Di atas domain ada dua metatrait: Plasticity, dorongan eksplorasi yang dibentuk Openness/Intellect dan Extraversion, dan Stability, pemeliharaan sistem yang dibentuk Conscientiousness, Agreeableness, dan rendahnya Neuroticism (DeYoung, 2015).

Di bawah aspect terletak facet, dan di situlah Codetraits bekerja. Codetrait Core membaca tiap aspect lewat satu facet; Codetrait Profile lewat dua. Tabel unsur di 1.4 menata facet seperti tabel periodik: kolomnya mengikuti metatrait, domain, dan aspect, dan setiap ubin adalah satu facet.

1.4 Dua bentuk: Core dan Profile

Satu kerangka, dua bentuk. Core membaca tiap aspect lewat satu facet; Profile lewat dua.

Keduanya memakai kisi-kisi yang sama: lima domain dan sepuluh aspect dari CB5T, format jawaban yang sama, cara administrasi yang sama, dan laporan dalam sten yang sama. Perbedaannya pada kedalaman: berapa facet yang mewakili tiap aspect, dan karena itu berapa butir dan berapa lama pengisiannya.

Tabel unsur facet

Plasticity · EksplorasiKapasitas memperluas cakrawala sistem: mencari peluang baru dan memproses informasi secara kreatif.
Stability · PemeliharaanKemampuan menjaga integritas sistem agar tidak terdisintegrasi saat menghadapi tekanan atau gangguan.
Openness/​Intellect
Extraversion
Conscientiousness
Agreeableness
Neuroticism

Intellect

  • 1QkQuicknessC
  • 2IqInquisitivenessP
  • 3IeIntellectual EngagementP

Openness

  • 4AeAesthetic AppreciationCP
  • 5ImImaginationP

Assertiveness

  • 6LdLeadershipC
  • 7CrCriticalP
  • 8SbSocial BoldnessP

Enthusiasm

  • 9FrFriendlinessCP
  • 10GrGregariousnessP

Industriousness

  • 11PpPurposefulnessCP
  • 12AcAchievementP

Orderliness

  • 13OlOrderlinessC
  • 14OrOrderP
  • 15CaCautiousnessP

Compassion

  • 16SySympathyCP
  • 17UnUnderstandingP

Politeness

  • 18NuNurturanceCP
  • 19CoCooperationP

Volatility

  • 20StStabilityC (Dibaca terbalik: skor tinggi pada facet ini berarti rendah pada aspect-nya.)
  • 21AnAngerP
  • 22EvEmotional VolatilityP

Withdrawal

  • 23HpHappinessC (Dibaca terbalik: skor tinggi pada facet ini berarti rendah pada aspect-nya.)
  • 24AxAnxietyP
  • 25VuVulnerabilityP
Tabel unsur facet menurut CB5T. Ubin bertanda ↕ dibaca terbalik terhadap aspect-nya (Happiness dan Stability pada Codetrait Core). Susunan kolomnya tetap; facet baru dari Facet Atlas yang sedang disusun akan menambah ubin di kolom aspect-nya.
Dua bentuk dibandingkan
Codetrait CoreCodetrait Profile
Facet10 (satu per aspect)20 (dua per aspect)
Butir79154
Waktu pengisian15–20 menitSekitar 40 menit
Rentang usia18–60 tahun16–60 tahun
Format jawabanExpanded Likert 5 poin (A–E)Expanded Likert 5 poin (A–E)
AdministrasiKertas-pensil atau komputer (sinkron/asinkron)Kertas-pensil atau komputer (sinkron/asinkron)
Klasifikasi alat tesKategori BKategori B
Isi laporan10 facet dan 5 domain dalam stenMetatrait, domain, aspect, dan facet dalam sten; radar chart 5 domain

Pilihan bentuk mengikuti kebutuhan konteks dan waktu yang tersedia, bukan karena yang satu lebih valid daripada yang lain: keduanya diuji dengan cara yang sama (Penelitian 1 dan 2).

1.5 Merakit aspek dari facet

Facet adalah bahan, bukan hasil akhir. Aspek yang dibutuhkan sebuah asesmen dapat dirakit dari facet yang sudah tervalidasi.

Core dan Profile adalah dua rangkaian yang sudah jadi. Di baliknya, pustaka Codetraits versi 1.0 memuat 31 facet yang dapat dirangkai ulang. Kebutuhan asesmen jarang berbunyi persis seperti nama domain atau aspect Big Five. Sebuah organisasi lebih sering bertanya tentang motivasi berprestasi, kerja sama, atau kepercayaan diri. Kami menyebutnya aspek asesmen, untuk membedakannya dari sepuluh aspect CB5T di atas.

Prosesnya berangkat dari kebutuhan psikolog: definisi yang diminta pengguna, atau capaian yang ingin diperoleh dari pengukuran. Psikolog menuliskan definisi itu, memecahnya menjadi unsur perilaku, lalu memilih facet yang paling mewakili tiap unsur. Satu aspek asesmen boleh mengambil facet dari domain yang berbeda.

Karena setiap facet sudah punya tempat dalam CB5T, rakitan apa pun tetap terbaca secara teoretis: dari facet ke aspect, domain, sampai metatrait, lengkap dengan parameter sibernetik yang diwakilinya. Fleksibilitasnya datang dari cara merakit, bukan dari melonggarkan teori.

Simulasi

Coba rakit satu aspek asesmen

Pilih satu kebutuhan. Baca definisi yang diminta pengguna, buka definisi facet di tabel unsur, lalu tambahkan facet yang mewakili tiap unsurnya. Kartu di bawahnya langsung menunjukkan apa yang sudah terwakili, apa yang berlebih, dan apa yang tidak diukur dengan Codetraits.

1 · Kebutuhan dan definisi

Program pengembangan talenta

Motivasi Berprestasi

Definisi yang diminta pengguna

Peserta terdorong menghasilkan kinerja berkualitas dan tidak mudah puas, punya tujuan yang bermakna dengan arah yang jelas, ingin terus belajar hal baru, dan cepat menguasai angka dan rumus.

  1. Cepat menguasai angka dan rumusTidak terwakili facet mana pun
2 · Baca definisi facet, lalu pilih
Cara memakai simulasi
  1. Baca definisi yang diminta pengguna dan keempat unsur perilakunya.
  2. Klik satu unsur untuk menyorot facet yang sesuai di tabel, atau klik ubin mana pun untuk membaca definisinya.
  3. Bila definisinya mewakili salah satu unsur, tekan Tambahkan. Ulangi sampai setiap unsur kepribadian terwakili.

Facet dipilih dari definisinya, bukan dari namanya. Nama seperti Stability atau Order mudah ditebak keliru; tanpa membaca definisinya, rakitan akan asal pilih. Karena itu psikolog selalu membaca definisi facet lebih dulu sebelum memasukkannya ke aspek asesmen.

Klik salah satu ubin di tabel di bawah ini. Definisi facet-nya muncul di sini sebelum Anda memilihnya.

Plasticity · Eksplorasi
Stability · Pemeliharaan
Openness/​Intellect
Extraversion
Conscientiousness
Agreeableness
Neuroticism

Intellect

Openness

Assertiveness

Enthusiasm

Industriousness

Orderliness

Compassion

Politeness

Volatility

Withdrawal

3 · Kartu aspek asesmen

Motivasi Berprestasi

Belum ada facet yang ditambahkan. Baca definisi facet di tabel di atas, lalu tekan Tambahkan.

Tidak diukur dengan Codetraits
  • Cepat menguasai angka dan rumus. Kemampuan kognitif, bukan kepribadian. Diukur dengan alat kognitif seperti IKN, tidak dipaksakan ke facet Codetraits.

Simulasi ini menyederhanakan prosesnya. Dalam praktik, psikolog merumuskan definisi bersama pengguna, meninjau kesesuaian tiap facet dengan manifestasi perilakunya, dan menguji rakitan itu di konteksnya sebelum dipakai untuk mengambil keputusan.

Dengan cara ini, pengukuran kepribadian tidak lagi terasa kurang pas untuk kebutuhan yang spesifik. Ia mengikuti cakupan dan definisi yang diminta, tetapi tetap berpijak pada facet yang reliabilitas dan strukturnya sudah diuji. Rakitannya sendiri tetap perlu bukti: setiap aspek asesmen perlu diuji di konteksnya sebelum dipakai untuk mengambil keputusan.

1.6 Cara membaca hasil

Tidak ada skor yang baik atau buruk. Setiap skor adalah pengaturan parameter dengan keunggulan fungsional sekaligus risikonya.

Skor mentah tiap facet dibobot menurut norma menjadi weighted score, lalu dikonversi ke sten (standard ten), skala 1 sampai 10 dalam lima kategori. Kategori ini relatif terhadap sampel norma: "tinggi" berarti berada di atas kebanyakan orang pada facet itu, bukan penilaian baik atau buruk. Tabel norma dan konversinya ada dalam manual.

Lima kategori sten
StenKategoriCara membacanya
1–2Sangat rendahManifestasi rendah facet itu sangat menonjol; perhatikan keunggulan dan kerentanannya.
3–4RendahCenderung ke manifestasi rendah.
5–6Rata-rataBerada di sekitar kebanyakan orang pada sampel norma.
7–8TinggiCenderung ke manifestasi tinggi.
9–10Sangat tinggiManifestasi tinggi sangat menonjol; perhatikan risiko kekakuan sistem.

Skor sangat tinggi dapat membuat sistem kaku (Orderliness yang terlalu tinggi menghambat fleksibilitas); skor sangat rendah dapat membuat sistem rentan (Purposefulness yang terlalu rendah mengaburkan arah). Keduanya dibaca sebagai titik buta yang bisa dikelola, bukan cacat.

Empat langkah interpretasi dalam manual

  1. Konteks dan gambaran umumBaca data demografis (usia memberi konteks kematangan disposisional), lalu kenali kecenderungan dominan: apakah sistem orang ini lebih digerakkan eksplorasi (Plasticity) atau pemeliharaan keteraturan dan ketenangan (Stability).
  2. Facet dan manifestasi perilakuRujuk tabel manifestasi tiap facet: bagaimana orang dengan skor tinggi atau rendah cenderung berpikir, merasa, dan bertindak. Gunakan sebagai bahan wawancara atau observasi, bukan generalisasi.
  3. Dinamika dalam hierarki dan siklusLihat facet-facet sebagai parameter yang saling berinteraksi: bagaimana arah hidup bersinergi dengan pengaruh sosial, bagaimana kecepatan berpikir bertemu preferensi struktur, bagaimana ambang emosional merespons umpan balik.
  4. Rekomendasi dan titik butaTerjemahkan profil ke langkah pengembangan: kenali risiko fungsional pada skor ekstrem, susun strategi kompensasi dengan "meminjam" kekuatan facet lain, dan arahkan saran ke fase siklus tempat orang itu sering tersendat.
Enam pembacaan yang keliru, dan koreksinya
KeliruYang tepat
"Skornya rendah, berarti dia kurang."Manifestasi rendah punya keunggulan fungsionalnya sendiri: Orderliness rendah luwes dalam situasi tak terstruktur, Sympathy rendah objektif dalam keputusan sulit.
"Facet Neuroticism-nya tinggi, berarti ada gangguan."Codetraits memetakan kepribadian non-klinis. Anxiety atau Vulnerability yang tinggi adalah parameter kewaspadaan dan kepekaan, bukan diagnosis.
"Laporan ini label kepribadian dia."Laporan adalah alat reflektif yang dinamis tentang cara seseorang menetapkan tujuan dan beradaptasi, bukan label yang tetap.
"Satu facet cukup dibaca sendiri."Facet dibaca sebagai sistem yang saling berinteraksi; Leadership tinggi dengan Stability rendah, misalnya, bermakna berbeda dari Leadership tinggi dengan Stability tinggi.
"Aspek apa pun bisa diukur, asal facetnya dipilih."Hanya bagian definisi yang terwakili facet tervalidasi yang diukur. Bagian lain memerlukan alat yang berbeda, atau memang tidak diukur.
"Siapa saja boleh menafsirkannya."Alat tes Kategori B: ditafsirkan oleh sarjana psikologi, praktisi asesmen tersertifikasi, atau profesional berbekal psikologi yang memahami CB5T dan etika umpan balik.

Codetraits diklasifikasikan sebagai alat tes Kategori B: profiling kepribadian non-klinis yang penggunaannya secara etis menuntut pengetahuan dasar psikologi, pemahaman CB5T, prinsip psikometri, dan etika menyampaikan umpan balik agar tidak terjadi salah tafsir yang merugikan peserta.

Bab 2 · Alat · Codetrait Core dan Codetrait Profile

Satu kerangka, dua bentuk: sepuluh facet atau dua puluh.

2.1 Apa yang diukur

Kedua bentuk mengukur kisi-kisi yang sama: lima domain Big Five yang masing-masing terbelah menjadi dua aspect. Yang berbeda adalah facet di bawah tiap aspect: satu pada Core, dua pada Profile. Setiap facet dideskripsikan dalam manual sampai ke manifestasi perilakunya pada skor tinggi dan rendah, dan itulah yang dibaca praktisi.

Pilih bentuk, sorot satu domain, lalu buka satu facet untuk melihat definisinya, manifestasi tinggi dan rendahnya, jumlah butirnya, dan konsistensi internalnya dari studi di Penelitian 1 dan 2.

Sorot satu domain untuk melihat kedua aspect-nya menyala.
  • Intellect
    Openness
  • Industriousness
    Orderliness
  • Assertiveness
    Enthusiasm
  • Compassion
    Politeness
  • Volatility
    Withdrawal

Codetrait Core · Openness/Intellect · Aspect Intellect

Quickness (QCK)

Kecenderungan memproses informasi dan memahami sesuatu dengan cepat.

Kelincahan mental dalam mendeteksi pola dan mengurai kompleksitas, disertai percaya diri pada kemampuan berpikir sendiri dan sikap responsif saat arus informasi padat. Berfungsi sebagai parameter kecepatan pembaruan sistem.

Butir
8 butir
Konsistensi internal
α 0,848 · ω 0,859
Parameter CB5T
Deteksi pola logis atau kausal dalam informasi abstrak dan semantik
Skor tinggi cenderung
  • Menikmati tantangan kognitif yang menuntut pemrosesan cepat.
  • Merasa berenergi saat mengurai kompleksitas dan abstraksi.
  • Aktif memperbarui model mental dengan informasi baru yang rumit.
Skor rendah cenderung
  • Memprioritaskan kemudahan kognitif dan menghindari beban pikiran yang tidak perlu.
  • Lebih nyaman dengan informasi yang konkret, langsung, dan siap pakai.
  • Fokus pada eksekusi praktis daripada terjebak dalam analisis yang melelahkan.

Setiap domain menyala bergiliran. Sorot atau ketuk kartu untuk mengambil alih; ketuk facet untuk membukanya.

2.2 Begini satu nomor dijawab

Format jawaban A–E

Pada setiap nomor tampil lima pernyataan, A sampai E, yang menggambarkan satu kecenderungan dalam derajat yang berbeda. Responden membaca kelimanya lalu memilih satu yang paling mewakili dirinya. Tidak ada jawaban benar atau salah; jawaban terbaik adalah yang pertama terlintas, sebagaimana adanya.

Format
Expanded Likert 5 poin: lima pernyataan A–E per nomor, pilih satu
Jumlah butir
Core 79 · Profile 154
Facet
Core 10 · Profile 20, di bawah 10 aspect dan 5 domain
Estimasi pengerjaan
Core 15–20 menit · Profile sekitar 40 menit
Administrasi
Kertas-pensil (PBT) atau komputer (CBT, sinkron/asinkron)
Akses
Melalui kerja sama; alat tes Kategori B

Spesifikasi mengikuti Technical Manual Codetrait Core dan Codetrait Profile (2026). Butir, pedoman skoring, dan tabel norma tidak ditampilkan di halaman ini; tersedia bagi pengguna melalui kerja sama.

Begini satu nomor dijawab

Lima pernyataan tampil → satu dipilih → dicatat pada facet-nya. Pernyataan ditulis untuk halaman ini, bukan butir inventori; pembobotan pilihan tidak ditampilkan.

Nomor 2
  1. Nomor 1 tampil: lima pernyataan, A sampai E.
  2. Dipilih D: "Saya cenderung merapikan meja sebelum mulai bekerja."
  3. Dicatat pada facet Order (ilustrasi).
  4. Nomor 2 tampil: lima pernyataan, A sampai E.
  5. Dipilih B: "Saya ikut prihatin, tetapi segera kembali ke urusan sendiri."
  6. Dicatat pada facet Sympathy (ilustrasi). Yang direkam: satu huruf per nomor, dibobot per facet, lalu dikonversi ke sten.

Dicatat pada facet Sympathy (ilustrasi). Yang direkam: satu huruf per nomor, dibobot per facet, lalu dikonversi ke sten.

2.3 Skor, sten, dan laporan

Pada administrasi kertas-pensil, skor mentah tiap facet dihitung dengan pedoman skoring (pemetaan pilihan A–E ke facet), diperiksa ulang, lalu dikonversi ke tabel norma dan dicatat pada lembar profil. Pada administrasi komputer, platform menghitungnya otomatis, termasuk konversi ke skor standar, dan laporan individu (PDF) maupun rekap kelompok (Excel) dapat langsung diunduh.

Dari jawaban ke sten

  1. Satu huruf per nomor. Pilihan A sampai E dicatat; tiap nomor menyumbang ke satu facet menurut pedoman skoring.
  2. Skor mentah per facet. Jumlah tertimbang dari nomor-nomor yang membentuk facet itu.
  3. Weighted score dan sten. Skor mentah dikonversi ke norma menjadi weighted score, lalu ke sten 1–10 dengan lima kategori.
  4. Dibaca sebagai sistem. Facet dibaca bersama aspect, domain, dan metatrait-nya, lalu bersama konteks, wawancara, atau observasi.

Cara membaca hasil. Hasil Codetraits tidak dibaca sebagai diagnosis klinis atau label yang tetap. Skor sangat tinggi dan sangat rendah sama-sama menyimpan keunggulan dan risiko fungsional. Hasilnya dipadukan dengan wawancara dan observasi, dan ditafsirkan oleh pengguna berbekal psikologi yang memahami CB5T.

Alur riset

Dari teori ke dua bentuk yang teruji.

  1. 2025–26 · Uji Codetrait CorePenelitian 1
  2. 2026 · Uji Codetrait ProfilePenelitian 2
  3. 2026 · Dua naskah di jurnalRiset berjalan
  4. Berikutnya · Agenda risetPeta bukti

01Penelitian 1 · 2025–2026

Manual teknis

Uji psikometri Codetrait Core

Sepuluh facet konsisten; model lima domain memadai.

α 0,79–0,9110 facet Codetrait Core · ω 0,81–0,91 · 194 peserta

Pertanyaannya
Apakah 79 butir Codetrait Core membentuk sepuluh facet yang konsisten, apakah sepuluh facet itu tersusun ke lima domain Big Five, dan bagaimana facet-facet itu saling terhubung?
Yang kami lakukan

194 peserta mengisi Codetrait Core; 90,7% laki-laki, 87,6% berpendidikan S1, usia terbanyak 22 tahun, provinsi terbesar Jawa Barat. Penelitian mengikuti Deklarasi Helsinki dan memperoleh persetujuan etik dari Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara Indonesia (KPIN 320/2025). Konsistensi internal diuji dengan alpha Cronbach dan omega McDonald (ambang 0,70). Struktur internal diuji dengan analisis faktor konfirmatori berestimator DWLS pada dua level: unidimensional per facet dan model lima domain berorde tinggi, dengan ambang kecocokan Hooper, Coughlan, dan Mullen (2008). Relasi antar-facet diperiksa dengan analisis jaringan psikometri.

Yang kami temukan
  • Seluruh facet melampaui ambang 0,70: alpha 0,794 (Happiness) sampai 0,907 (Stability); omega 0,808 (Sympathy) sampai 0,909 (Stability).
  • Pada level facet, sembilan dari sepuluh model unidimensional memenuhi seluruh kriteria kecocokan (CFI 0,984–1,000; SRMR 0,031–0,076). Hanya RMSEA Quickness (0,118) yang berada di atas ambang 0,08.
  • Model lima domain mencapai CFI 0,971, TLI 0,948, dan SRMR 0,035; RMSEA-nya 0,086, sedikit di atas ambang.
  • Analisis jaringan menemukan 37 dari 45 relasi antar-facet yang mungkin (sparsity 0,178, jaringan padat). Purposefulness menjadi penghubung utama antar-facet, sejalan dengan perannya sebagai parameter pemeliharaan tujuan dalam CB5T.
Konsistensi internal dan kecocokan model per facet (Codetrait Core)
FacetαωCFIRMSEA
Quickness0,8480,8590,9860,118
Aesthetic Appreciation0,8410,8450,9970,054
Purposefulness0,8770,8810,9950,075
Orderliness0,8260,8361,0000,004
Friendliness0,8540,8620,9960,065
Leadership0,8500,8570,9950,066
Sympathy0,8020,8080,9840,084
Nurturance0,8280,8310,9920,067
Happiness0,7940,8150,9890,077
Stability0,9070,9091,0000,000
Model 5 domain0,9710,086

Nilai dari Tabel 3.2 dan 3.3 manual teknis. Sympathy memenuhi CFI, TLI, dan SRMR; RMSEA-nya (0,084) berada tepat di sekitar ambang.

Apa artinya
Sepuluh facet Core dapat diandalkan dan, kecuali kecocokan RMSEA pada Quickness, masing-masing berdiri sebagai konstruk yang utuh. Susunan ke lima domain Big Five didukung secara memadai. Posisi sentral Purposefulness dalam jaringan memberi dukungan awal pada pembacaan CB5T bahwa pemeliharaan tujuan menjadi simpul yang menghubungkan parameter lain.
Batasnya
Sampel 194 orang, sembilan dari sepuluh laki-laki, hampir semua sarjana, dan sebagian besar berusia awal dua puluhan, sehingga norma dan kecocokan model belum tentu sama pada kelompok lain. Datanya laporan diri satu waktu: stabilitas tes-ulang, kaitan dengan hasil nyata atau instrumen Big Five lain, dan kesetaraan pengukuran antarkelompok belum diuji. Tabel norma ada dalam manual; cakupan sampel normanya belum setara nasional.
Sumber

Bagaskara, R. S., & Assa, N. A. (2026). Technical Manual Codetrait Core. Anvesana Research Institute.

02Penelitian 2 · 2026

Manual teknis

Uji psikometri Codetrait Profile

Dua puluh facet andal; struktur sepuluh aspect paling cocok dengan data.

CFI 0,97model 10 aspect · RMSEA 0,070 · 497 peserta

Pertanyaannya
Apakah 154 butir Codetrait Profile membentuk dua puluh facet yang konsisten, dan struktur mana yang paling sesuai dengan datanya: satu faktor umum, lima domain, atau sepuluh aspect?
Yang kami lakukan

497 peserta mengisi Codetrait Profile; 72% laki-laki, 89% berpendidikan S1, 79% berusia 20–34 tahun, dan 99% berdomisili di Jawa Timur. Penelitian mengikuti Deklarasi Helsinki dan memperoleh persetujuan etik dari KPIN (320/2025). Konsistensi internal diuji dengan alpha Cronbach dan omega McDonald (ambang 0,70). Struktur internal diuji dengan analisis faktor konfirmatori berestimator DWLS yang membandingkan tiga model: faktor umum kepribadian (Model 1), lima domain Big Five dengan facet-facet di dalamnya (Model 2), dan sepuluh aspect dengan facet-facet di dalamnya (Model 3), dengan ambang kecocokan Hooper, Coughlan, dan Mullen (2008).

Yang kami temukan
  • Seluruh facet melampaui ambang 0,70: alpha 0,705 (Understanding) sampai 0,885 (Order); omega 0,740 (Sympathy) sampai 0,887 (Order).
  • Model 1, satu faktor umum, tidak memenuhi kriteria: CFI 0,887, TLI 0,874, RMSEA 0,121.
  • Model 2, lima domain, memenuhi CFI (0,928), TLI (0,915), dan SRMR (0,049), tetapi RMSEA-nya 0,100.
  • Model 3, sepuluh aspect, satu-satunya yang memenuhi seluruh kriteria: CFI 0,972, TLI 0,958, SRMR 0,026, RMSEA 0,070. Struktur sepuluh aspect menjadi dasar penafsiran skor Codetrait Profile.
Tiga model struktur internal dibandingkan (Codetrait Profile, N = 497)
Modelχ²dfCFITLISRMRRMSEA
Model 1 · faktor umum1413,81700,8870,8740,0540,121
Model 2 · 5 domain948,21600,9280,9150,0490,100
Model 3 · 10 aspect429,11250,9720,9580,0260,070

Ambang: χ²/df < 5; SRMR < 0,08; RMSEA < 0,08; CFI > 0,90; TLI > 0,90 (Hooper, Coughlan, & Mullen, 2008). Nilai dari Tabel 3.3 manual teknis.

Apa artinya
Dua puluh facet Profile dapat diandalkan, dan facet-facet itu berpasangan di bawah sepuluh aspect persis seperti yang diramalkan DeYoung, Quilty, dan Peterson (2007): bukan satu faktor umum, dan lebih baik daripada lima domain saja. Itulah mengapa laporan Profile dibaca dari aspect ke facet, bukan hanya dari domain.
Batasnya
Hampir seluruh peserta berdomisili di Jawa Timur dan sembilan dari sepuluh sarjana, sehingga norma dan kecocokan model belum tentu sama di wilayah dan kelompok pendidikan lain. Tiga facet Agreeableness (Sympathy, Understanding, Cooperation) berada tepat di atas ambang 0,70. Datanya laporan diri satu waktu: stabilitas tes-ulang, kaitan dengan hasil nyata atau instrumen Big Five lain, dan kesetaraan pengukuran antarkelompok belum diuji. Naskah pengembangan dan validasi Codetrait Profile sedang ditelaah jurnal; angka di halaman ini berasal dari manual, bukan dari naskah itu.
Sumber

Bagaskara, R. S., & Assa, N. A. (2026). Technical Manual Codetrait Profile. Anvesana Research Institute.

Bab 5 · Riset yang berjalan · Fondasi pengukuran

Dari peta facet dua dekade ke naskah yang sedang ditelaah.

Di Anvesana, Codetraits adalah jangkar klaster Personality Architecture di bawah fondasi pengukuran: pustaka facet yang dipakai lintas moonshot. Dua naskah yang menyangkutnya sedang ditelaah jurnal. Belum ada hasil yang ditampilkan; yang kami buka adalah pertanyaan, tahap, dan timnya.

  1. Telaah jurnal

    Apa saja yang diukur tes kepribadian selama dua dekade terakhir?

    Two Decades of Personality Measurement: A Scoping Review

    Sudah disubmisi ke jurnal dan dalam proses review; belum terbit.

    Tim
    Rafli Sodiq Bagaskara, Annisa Puspita Inderasari, Anisa Rima Fadhilah
  2. Telaah jurnal

    Bisakah kepribadian dipetakan sampai ke tingkat facet?

    Development and Validation of Code-Trait Profile: A Modular Personality Instrument Based on CB5T

    Sudah disubmisi ke jurnal dan dalam proses review; belum terbit.

    Tim
    Rafli Sodiq Bagaskara, Nadim Alfan Assa, Anisa Rima Fadhilah, Anjar Kartaputra

Bab 6 · Peta bukti dan agenda

Apa yang sudah terbukti, apa yang belum.

Halaman ini akan kami perbarui setiap kali ada jawaban baru.

Tersedia

  • Konsistensi internal Codetrait CoreAlpha 0,79–0,91 dan omega 0,81–0,91 pada 194 peserta; semua facet di atas 0,70.
  • Konsistensi internal Codetrait ProfileAlpha 0,71–0,89 dan omega 0,74–0,89 pada 497 peserta; semua facet di atas 0,70.
  • Struktur internal Core: facet dan lima domainCFA per facet memenuhi kriteria kecuali RMSEA Quickness; model lima domain CFI 0,971, RMSEA 0,086.
  • Struktur internal Profile: sepuluh aspectModel sepuluh aspect memenuhi seluruh kriteria (CFI 0,972, RMSEA 0,070), lebih baik daripada faktor umum dan lima domain.

Awal

  • Landasan konstruk dan definisi facetFacet diturunkan dari CB5T (DeYoung, 2015) dan peta scoping review yang sedang ditelaah; penilaian panel ahli atas butir belum dilaporkan dalam manual.
  • Jaringan antar-facetAnalisis jaringan pada Core saja (194 peserta); Purposefulness sentral. Belum pada Profile.
  • Norma dan konversi stenTabel norma ada dalam manual. Sampel Core didominasi laki-laki (91%), sampel Profile hampir seluruhnya Jawa Timur (99%); norma yang lebih luas masih dibangun.

Belum diuji

  • Stabilitas tes-ulangBelum diuji pada kedua bentuk.
  • Hubungan dengan variabel lain (instrumen Big Five lain, kinerja, burnout)Belum diuji pada kedua bentuk.
  • Kesetaraan pengukuran antarkelompokBelum diuji; sampel awal belum seimbang menurut jenis kelamin dan wilayah.

Pertanyaan yang masih terbuka

  • Apakah skornya stabil dari waktu ke waktu?Uji tes-ulang belum dilakukan pada Core maupun Profile.
  • Apakah facet-facet ini sejalan dengan pengukuran Big Five lain dan memprediksi hasil nyata?Validitas konvergen dan kriteria belum diuji. Pemakaian facet Neuroticism dalam studi kesehatan mental dunia kerja menjadi jalan pertamanya.
  • Apakah normanya berlaku di luar sampel awal?Sampel Core sembilan dari sepuluh laki-laki; sampel Profile hampir seluruhnya Jawa Timur. Norma yang lebih luas dan seimbang masih harus dibangun.
  • Apakah kedua bentuk mengukur hal yang sama pada facet yang mereka bagi?Lima facet ada di kedua bentuk; kesetaraannya antar-bentuk belum diuji secara langsung.

Jawaban untuk pertanyaan di atas belum ada. Dua naskah yang sedang ditelaah menjadi langkah pertama; sisanya kami buka untuk kolaborasi riset dengan organisasi dan kampus yang ingin memetakan kepribadian timnya sampai ke tingkat facet.

Batas pemakaian saat ini: Codetraits dipakai untuk pemetaan kepribadian non-klinis: pengembangan diri, karier, kepemimpinan, dan pemetaan potensi, dibaca per facet sebagai sistem oleh pengguna berbekal psikologi (Kategori B) bersama wawancara dan konteks. Bukan alat diagnosis klinis dan bukan dasar tunggal keputusan tentang seseorang.

Bab 7 · Belajar dan mengakses

Rasakan formatnya, pahami cara bacanya, ajukan kerja samanya.

Coba formatnya

Coba formatnya

Tiga nomor yang ditulis untuk halaman ini, masing-masing lima pernyataan A–E seperti pada Codetraits. Pilih satu yang paling mewakili Anda. Tanpa batas waktu, tidak menghasilkan skor Codetraits, dan tidak ada jawaban yang dikirim atau disimpan.

Nomor 1 dari 3

Nomor 1

Pilih satu pernyataan yang paling mewakili Anda.

Latihan pengenalan format jawaban, bukan butir dari inventori. Tidak ada yang dikirim atau disimpan.

Manual teknis

Dua manual teknis (2026), satu untuk tiap bentuk, memuat deskripsi konstruk, kisi-kisi, panduan administrasi kertas-pensil dan komputer, skoring, properti psikometri, bentuk laporan, tahapan interpretasi, manifestasi perilaku tiap facet, dan studi kasus. Butir, pedoman skoring, dan tabel norma tersedia bagi pengguna melalui kerja sama.

Jenis
Manual teknis, dua jilid
Penyusun
Rafli Sodiq Bagaskara & Nadim Alfan Assa
Hak cipta
Anvesana Research Institute
Status
Rencana terbit; akses melalui kerja sama
Tanyakan akses dan kerja sama

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu Codetraits?

Pustaka pengukuran kepribadian berbasis facet yang dikembangkan Rafli Sodiq Bagaskara dan Nadim Alfan Assa di Anvesana, di atas Cybernetic Big Five Theory. Dua bentuk pertamanya adalah Codetrait Core (10 facet, 79 butir) dan Codetrait Profile (20 facet, 154 butir).

Apa bedanya Codetrait Core dan Codetrait Profile?

Kerangkanya sama: lima domain dan sepuluh aspect CB5T. Core membaca tiap aspect lewat satu facet (15–20 menit), Profile lewat dua facet (sekitar 40 menit) dan melaporkan keempat tingkat dari metatrait sampai facet. Keduanya diuji dengan cara yang sama.

Apa itu Cybernetic Big Five Theory?

Teori DeYoung (2015) yang memandang kepribadian sebagai parameter sistem kendali manusia dalam mengejar tujuan, bukan sekadar daftar sifat. Kepribadian tersusun dalam empat tingkat: dua metatrait, lima domain, sepuluh aspect, dan facet.

Apakah Codetraits sama dengan tes Big Five lain?

Domainnya sama dengan Big Five, tetapi Codetraits dibangun di Indonesia dari pertanyaan tentang facet yang belum terukur, diuji pada peserta Indonesia, dan dibaca sampai ke tingkat facet sebagai sistem yang saling berinteraksi.

Apakah Codetraits sudah divalidasi?

Sudah ada bukti konsistensi internal dan struktur internal dari 194 peserta (Core) dan 497 peserta (Profile) dalam manual teknis 2026. Stabilitas tes-ulang, kaitan dengan hasil nyata, kesetaraan antarkelompok, dan norma yang lebih luas belum diuji. Dua naskah sedang ditelaah jurnal.

Siapa yang boleh menggunakan dan menafsirkannya?

Codetraits adalah alat tes Kategori B: diadministrasikan dan ditafsirkan oleh sarjana psikologi, praktisi asesmen tersertifikasi, atau profesional berbekal psikologi yang memahami CB5T, psikometri dasar, dan etika umpan balik.

Siapa pemilik hak ciptanya, dan bagaimana mengaksesnya?

Hak cipta Codetraits dipegang Anvesana Research Institute. Penggunaan melalui kerja sama; permintaan dapat diajukan lewat halaman kerja sama Anvesana.

Bab 8 · Rujukan

Manual, naskah, rujukan, dan cara mengutip.

Manual dan naskah tentang Codetraits

  • Technical Manual Codetrait CoreRencana terbitRafli Sodiq Bagaskara & Nadim Alfan Assa · Anvesana Research Institute, 2026

    Konstruk CB5T, sepuluh facet Core, administrasi, skoring, uji psikometri pada 194 peserta (konsistensi internal, CFA per facet dan lima domain, analisis jaringan), bentuk laporan, dan tahapan interpretasi.

  • Technical Manual Codetrait ProfileRencana terbitRafli Sodiq Bagaskara & Nadim Alfan Assa · Anvesana Research Institute, 2026

    Konstruk CB5T, dua puluh facet Profile, administrasi, skoring, uji psikometri pada 497 peserta (konsistensi internal dan perbandingan tiga model CFA), bentuk laporan, dan tahapan interpretasi.

  • Development and Validation of Code-Trait Profile: A Modular Personality Instrument Based on CB5TTelaah jurnalRafli Sodiq Bagaskara, Nadim Alfan Assa, Anisa Rima Fadhilah & Anjar Kartaputra · Naskah jurnal, 2026

    Naskah pengembangan dan validasi Codetrait Profile sebagai instrumen kepribadian modular berbasis CB5T. Sudah disubmisi dan sedang ditelaah; hasilnya belum ditampilkan di halaman ini.

  • Two Decades of Personality Measurement: A Scoping ReviewTelaah jurnalRafli Sodiq Bagaskara, Annisa Puspita Inderasari & Anisa Rima Fadhilah · Naskah jurnal, 2026

    Peta facet kepribadian yang diukur dalam literatur dua dekade terakhir, jangkar konseptual pengembangan Codetraits. Sudah disubmisi dan sedang ditelaah.

Daftar rujukan

  1. AERA, APA, & NCME. (2014). Standards for educational and psychological testing. American Educational Research Association.
  2. Association of Test Publishers. (2020). Privacy in practice bulletin 9: Privacy considerations in online/remote proctoring. Association of Test Publishers.
  3. Bagaskara, R. S., & Assa, N. A. (2026a). Technical Manual Codetrait Core. Anvesana Research Institute.
  4. Bagaskara, R. S., & Assa, N. A. (2026b). Technical Manual Codetrait Profile. Anvesana Research Institute.
  5. Carver, C. S., & Scheier, M. F. (1998). On the self-regulation of behavior. Cambridge University Press.
  6. DeYoung, C. G. (2015). Cybernetic Big Five Theory. Journal of Research in Personality, 56, 33–58. https://doi.org/10.1016/j.jrp.2014.07.004
  7. DeYoung, C. G., Quilty, L. C., & Peterson, J. B. (2007). Between facets and domains: 10 aspects of the Big Five. Journal of Personality and Social Psychology, 93(5), 880–896. https://doi.org/10.1037/0022-3514.93.5.880
  8. Domino, G., & Domino, M. L. (2006). Psychological testing: An introduction (2nd ed.). Cambridge University Press.
  9. Hooper, D., Coughlan, J., & Mullen, M. R. (2008). Structural equation modelling: Guidelines for determining model fit. Electronic Journal of Business Research Methods, 6(1), 53–60.
  10. International Test Commission. (2013). ITC guidelines on test use (version 1.2). International Test Commission.
  11. Peterson, J. B. (1999). Maps of meaning: The architecture of belief. Routledge.
  12. Setiawati, F. A. (2017). Statistika terapan untuk penelitian pendidikan dan sosial. Parama Publishing.
  13. Wiener, N. (1948). Cybernetics: Or control and communication in the animal and the machine. MIT Press.

Cara mengutip

Anvesana Research Institute. (2026). Codetraits: kepribadian sibernetik sampai ke tingkat facet, dua bentuk, dan agenda riset. https://anvesana.or.id/anvesana-psychometrics/codetraits

Mengundang kolaborasi

Kepribadian dibaca sampai ke facet, dan ditafsirkan sebagai sistem.

Ingin memetakan kepribadian tim Anda sampai ke tingkat facet, atau punya data untuk menguji Codetraits pada kelompok dan konteks baru? Kami terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi riset.

Ingin belajar membaca profil CB5T? Lihat agenda A-Labs

Mari berkolaborasi